Rakyat Bicara

Musrenbang Cipayung 2027 Fokus Berdayakan Masyarakat dan Sampah

POSRAKYAT.ID – Lurah Cipayung, Dini Nurlianti mengaku, Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di wilayahnya mulai mengarah pada penguatan pemberdayaan masyarakat, serta penanganan persoalan sampah.

Ia menjelaskan, total pembahasan anggaran dalam Musrenbang Kelurahan Cipayung mencapai Rp3,14 miliar, yang terbagi dengan komposisi 60-40.

Porsi terbesar, lanjutnya, untuk program penyelesaian masalah sampah dan pemberdayaan warga. Sementara sisanya, tetap dialokasikan untuk kebutuhan sarana dan prasarana (Sarpras).

“Ke depan orientasinya kita geser. Bukan hanya infrastruktur, tapi lebih ke pemberdayaan dan pengelolaan sampah,” kata Dini, pada Senin 26 Januari 2026.

Dini menerangkan, salah satu program yang menjadi prioritas adalah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kolong Flyover, Program ini, usulannya mendapat anggaran hingga Rp200 juta.

TBM Kolong, lanjut Dini, akan menjadi ruang pemberdayaan berbasis agrikultur perkotaan. Tahap awal, tambahnya, fokus pada sektor pertanian dengan konsep hidroponik, yang memanfaatkan area di bawah kolong flyover.

“Pengembangannya bertahap. Kita mulai dari pertanian dulu, seperti hidroponik, sambil melihat potensi lainnya,” jelasnya.

Selama ini usulan dari RW lebih banyak ke sarpras, sehingga TBM Kolong belum masuk prioritas. Akhirnya kita dorong agar TBM Kolong mengajukan secara independen,” ujarnya.

Selain TBM Kolong, lanjutnya lagi, usulan pemberdayaan juga datang dari kelompok tani, kelompok wanita tani, serta bank sampah.

Kemudian, untuk mendukung pengelolaan sampah, pihak kelurahan mengajukan bantuan mesin pencacah yang direncanakan masuk dalam skema anggaran F1, termasuk untuk bank sampah di RW 10 yang dinilai sudah berjalan dengan baik.

Di sisi lain, Dini mengakui, masih terdapat kendala dalam proses musrenbang, terutama terkait kamus usulan yang belum sepenuhnya sinkron dengan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD)

“Kendala paling sering ada di kamus usulan. Nama kegiatan yang diusulkan kadang tidak sama dengan yang ada di sistem,” ungkapnya.

Sementara untuk sektor infrastruktur, ia menjelaskan, kebutuhan masih didominasi pengaspalan jalan, drainase, dan bedah rumah.

“Alhamdulillah, sisa anggaran masih bisa untuk bedah rumah,” tutupnya.

Dion Prasetyo

Recent Posts

Persempit Celah Korupsi di Tangsel, KPK Dorong Pemerintah Daerah Bangun Sistem dan Integritas

POSRAKYAT.ID — Dalam pemaparan literasi keluarga berintegritas di Tangsel, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK…

1 hari ago

Oknum Jaksa di Banten Diduga Edarkan Barang Bukti Narkoba, Ini Kata Pengamat Hukum

POSRAKYAT.ID - Kabar tak sedap beredar di Instansi Kejaksaan, di mana beredar informasi adanya oknum…

1 hari ago

Perumdam TKR Kabupaten Tangerang Lakukan Langkah Preventif, Jaga Kualitas Air di Musim Kemarau

POSRAKYAT.ID - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang, melakukan…

2 hari ago

Komisi Pemberantasan Korupsi Singgung Gaya Hidup ASN Saat Sambangi Tangsel

POSRAKYAT.ID - Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Kunto Ariawan…

2 hari ago

Ratusan Mitra Grab Indonesia Berangkat Umrah, Ini Kata Gus Irfan

POSRAKYAT.ID - Grab Indonesia memberangkatkan 105 mitra pengemudi untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci.…

5 hari ago

Doakan Jurnalis dan Awak Kapal di Erupsi Anak Krakatau, Ini Kata Pilar Saga Ichsan

POSRAKYAT.ID – Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel turut…

6 hari ago

This website uses cookies.