Hukum & Kriminal

Irwasum Polri: Tidak Ada Kekerasan dan Penganiayaan di Versi Komnas HAM

POS RAKYAT – Inspektur Pengawas Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi Maryoto menyebut, dari rekomendasi Komnas HAM, disimpulkan bahwa, dalam kasus pembunuhan Brigadir Joshua, tidak terdapat tindak pidana kekerasan atau penganiayaan.

“Rekomendasi ini ada tiga substansi dan  mendasar. Yang pertama terhadap extrajudicial killing, kasus pembunuhan. Kalau di indonesia dikenal pasal 340. Kalau Komnas HAM extrajudicial killing.
Kedua, rekomendasi Komnas HAM menyimpulkan tidak ada tindak pidana kekerasan atau penganiayaan,” kata Irwasum Polri Agung kepada wartawan, Kamis 1 September 2022.

“Ketiga, adanya kejahatan atau tindak pidana obstruction of justice (OJ). Yang kebetulan oleh penyidik, timsus juga sedang dilakukan langkah2 penanganan terhadap tindak podana OJ,” sambung Agung.

Irwasum menyatakan, saat ini yang terlibat dalam OJ sebanyak enam orang. Dan keenamnya, lanjut Agung, sudah ditahan di Mako Brimob.

“Baik, pada saat rilis beberapa waktu lalu, sudah disampaikan ada enam yaitu saudara FS, Brigjen HK, AKBP ANP, AKBP AR, Kompol BW, Kompol CP. Penyidik saat ini sedang melakukan pemberkasan terhadap keenam orang itu,” terangnya.

Terhadap keenam tersangka OJ ini, Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam), akan segera menyidangkan kode etik terhadap keenam orang tersebut. Bahkan saat ini sudah mulai, Kompol CP,” lanjut Agung.

Agung memaparkan, soal banding yang dilakukan oleh FS dalam sidang etik beberapa waktu lalu, pihaknya memastikan akan menunggu batas waktu yang telah ditentukan.

“(Banding) masih berproses. Jadi nanti kalau sudah ada, kita akan laksanakan sidangnya. Tapi ada batasan waktunya, 21 hari. Jadi kita menunggu,” ungkap Agung.

Agung mengatakan, untuk tersangka PC tidak dilakukan penahanan. Sebab, imbuhnya, kuasa hukum dari PC menjamin PC akan kooperatif, disamping alasan memiliki balita.

“Tadi malam sudah diperiksa dan ada permintaan dari kuasa hukum Ibu PC untuk tidak dilakukan penahanan, penyidik masih mempertimbangkan, terutama dengan alasan kesehatan, kemanusiaan dan ketiga masih memikiji balita jadi itu,” tandasnya.

Pradila Kibo

Recent Posts

Konsolidasi Aslinmas Kota Tangerang, Perkuat Sinergi Masyarakat di Lingkungan

POSRAKYAT.ID — Asosiasi Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) Kota Tangerang, memperkuat konsolidasi organisasi, untuk meningkatkan peran anggota…

7 jam ago

Tangsel Entrepreneur Hub 2026 Dorong UMKM Naik Kelas

POSRAKYAT.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah…

1 hari ago

Customs Goes to Campus, Bea Cukai Banten Bahas Perdagangan Internasional

POSRAKYAT.ID – Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Banten, menyelenggarakan Customs Goes to Campus (CGTC) pada…

5 hari ago

Vermont Hills Hadir dengan Wajah Baru, Tawarkan Hunian Berkonsep Resort di Serpong

POSRAKYAT.ID – Pandega Desain Weharima (PDW) Architecture, menghadirkan wajah baru kawasan hunian Vermont Hills yang…

6 hari ago

Sains Festival BRIN, Bidik Talenta Muda untuk Jadi Ahli Nuklir dan Antariksa

POSRAKYAT.ID — Ribuan siswa SMA dan mahasiswa berkumpul dalam Sains Festival yang digelar Badan Riset…

1 minggu ago

Electricity Connect 2026, PT GUT Perkuat Peran di Proyek Kelistrikan Nasional

POSRAKYAT.ID — PT Graha Usaha Teknik (PT GUT) memanfaatkan ajang Electricity Connect 2026 atau Enlit…

1 minggu ago

This website uses cookies.