Birokrasi

Krisdayanti Bicara Program Stunting di Malang Jawa Timur

POSRAKYAT.ID – Politisi PDI Perjuangan Krisdayanti menyebut, edukasi soal stunting kepada masyarakat sangat penting dilakukan.

Hal itu diungkap Krisdayanti, saat melakukan giat Promosi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana serta Percepatan Penurunan Stunting.

Dalam sosialisasi yang mengangkat tema Peningkatan Kesehatan Reproduksi dan Gizi remaja untuk Mencegah Stunting ini, Krisdayanti menjelaskan, penanganan stunting harus dimulai dari hulu. 

“Remaja juga menjadi sasaran strategis program percepatan penurunan stunting. Remaja kita harus melek stunting, karena ini berkaitan dengan masa depan bangsa ini terutama dalam hal kualitas SDM,” ungkap Krisdayanti, ditulis Selasa 18 Oktober 2022.

“Percepatan penurunan stunting bukan hanya tugas pemerintah saja, tapi membutuhkan dukungan dari masyarakat bagaimana agar para remaja ini memahami kesehatan reproduksi dan terpenuhi kebutuhan gizinya” sambungnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Malang Aniswati Azis menyampaikan, strategi yang dilakukan dalam percepatan penurunan stunting adalah, dengan melakukan pendampingan calon pengantin dan ibu hamil, agar kebutuhan gizi tercukupi dan kehamilannya sehat.

“Ibu pasca persalinan juga didampingi dan dipastikan mendapat layanan KB agar tidak terjadi kehamilan yang terlalu dekat jaraknya,” kata Aniswati.

Keluarga yang memiliki anak di bawah dua tahun juga diberikan pendampingan karena masa ini merupakan masa emas yang memerlukan perhatian khusus” lanjut Aniswati.

Stunting merupakan salah satu tantangan besar dalam upaya pembangunan sumber daya manusia guna mewujudkan generasi unggul berkualitas.

Tidak main-main, selain mengakibatkan pertumbuhan fisik tidak optimal, stunting berdampak panjang pada kecerdasan dan imunitas anak.

Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, angka prevalensi stunting Jawa Timur adalah 23,5 persen. Terdapat penurunan dari tahun 2019 dimana prevalensi balita stunting masih berada pada angka 27,67 persen.

Sedangkan di Kabupaten Malang, menurut hasil SSGI tercatat prevalensi balita stunting sebesar 25,7 persen.

Admin

Recent Posts

HIMNI Perkuat Pemahaman Masyarakat Soal Manfaat Nuklir

POSRAKYAT.ID — Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) Djarot Sulistio Wisnubroto mengungkapkan, kepengurusan organisasi…

2 hari ago

Dinas Kominfo Tangerang Selatan Dorong Santri Melek Transformasi Digital

POSRAKYAT.ID – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot), melalui Dinas…

3 hari ago

Lewat Fasilitas Kawasan Berikat, Bea Cukai Banten Permudah Pengembangan Industri

POSRAKYAT.ID – Bea Cukai Banten terus mendorong pertumbuhan dan pengembangan industri dalam negeri melalui pemberian…

3 hari ago

Geram, Pilar Sebut Pemasangan Kabel Optik di Tangsel ‘Kucing-kucingan’

POSRAKYAT.ID - Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan, mengaku geram dengan pemasangan kabel optik,…

3 hari ago

Tekan MoU dengan BSI, Pemkot Tangsel Buka ‘Kran’ Permodalan buat Anak Muda

POSRAKYAT.ID - Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, dengan penandatanganan nota kesepahaman atau…

4 hari ago

Oknum Guru PPPK di Karawaci Disebut Rusak Fasilitas Sekretariat Wakaf

POSRAKYAT.ID - Oknum Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) disebut-sebut terlibat dalam perusakan fasilitas…

5 hari ago

This website uses cookies.