Rabu, Juni 12, 2024

Krisdayanti Bicara Program Stunting di Malang Jawa Timur

POSRAKYAT.ID – Politisi PDI Perjuangan Krisdayanti menyebut, edukasi soal stunting kepada masyarakat sangat penting dilakukan.

Hal itu diungkap Krisdayanti, saat melakukan giat Promosi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana serta Percepatan Penurunan Stunting.

Dalam sosialisasi yang mengangkat tema Peningkatan Kesehatan Reproduksi dan Gizi remaja untuk Mencegah Stunting ini, Krisdayanti menjelaskan, penanganan stunting harus dimulai dari hulu. 

“Remaja juga menjadi sasaran strategis program percepatan penurunan stunting. Remaja kita harus melek stunting, karena ini berkaitan dengan masa depan bangsa ini terutama dalam hal kualitas SDM,” ungkap Krisdayanti, ditulis Selasa 18 Oktober 2022.

“Percepatan penurunan stunting bukan hanya tugas pemerintah saja, tapi membutuhkan dukungan dari masyarakat bagaimana agar para remaja ini memahami kesehatan reproduksi dan terpenuhi kebutuhan gizinya” sambungnya.

Baca Juga :  Cucu Soekarno Berbagi Beasiswa di Surabaya dan Sidoarjo

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Malang Aniswati Azis menyampaikan, strategi yang dilakukan dalam percepatan penurunan stunting adalah, dengan melakukan pendampingan calon pengantin dan ibu hamil, agar kebutuhan gizi tercukupi dan kehamilannya sehat.

“Ibu pasca persalinan juga didampingi dan dipastikan mendapat layanan KB agar tidak terjadi kehamilan yang terlalu dekat jaraknya,” kata Aniswati.

Keluarga yang memiliki anak di bawah dua tahun juga diberikan pendampingan karena masa ini merupakan masa emas yang memerlukan perhatian khusus” lanjut Aniswati.

Stunting merupakan salah satu tantangan besar dalam upaya pembangunan sumber daya manusia guna mewujudkan generasi unggul berkualitas.

Tidak main-main, selain mengakibatkan pertumbuhan fisik tidak optimal, stunting berdampak panjang pada kecerdasan dan imunitas anak.

Baca Juga :  Jaktim-Jaksel Bakal Diterjang Hujan dan Angin Kencang

Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, angka prevalensi stunting Jawa Timur adalah 23,5 persen. Terdapat penurunan dari tahun 2019 dimana prevalensi balita stunting masih berada pada angka 27,67 persen.

Sedangkan di Kabupaten Malang, menurut hasil SSGI tercatat prevalensi balita stunting sebesar 25,7 persen.

Iklan - Scroll kebawah untuk melanjutkanspot_img
RELATED ARTICLES

Populer