Birokrasi

Pemkot Tangerang Bakal Tata Sentra Kuliner Laksa

POSRAKYAT.ID – Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan menuturkan, Pemerintah Kota (Pemkot) akan melakukan penataan di Sentra Kuliner Laksa.

Dalam upaya tersebut, lanjut Maryono, Pemkot Tangerang akan melakukan komunikasi dengan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

“Kami Pemerintah Kota Tangerang sudah pasti kita akan lakukan penataan kembali kaitan pedagang Laksa, kuliner Laksa yang ada di Babakan,” kata Maryono.

Kaitan dengan status pertanahan (lokasi Sentra Kuliner Laksa), sudah pasti kita akan komunikasikan ke Kementerian Hukum sebagai pemilik lahan. Mudah-mudahan, sinergisitas kolaborasi dari pusat dan daerah terus dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Sebelumnya, Hasan, salah seorang pedagang di Sentra Kuliner Laksa mengaku, sejak lokasi sentra yang mulai tampak usang, para penikmat kuliner khas Kota Akhlakul Karimah itu, sudah tidak sama seperti dulu.

“Dulu kan bangunannya ini pembatas nya pake batu bata, tapi sekarang full pakai bambu,” ujar Hasan, di Sentra Kuliner Laksa, di Jalan Mochammad Yamin, Selasa 3 Februari 2026.

Oleh sebab lapak dengan desain bambu itu, membuat warung-warung laksa tampak reyot. Belum lagi, sambung Hasan, sepeninggalan Wahidin Halim sebagai Wali Kota Tangerang, sentra laksa di lokasi tersebut kurang mendapat perhatian pemerintah.

“Dulu lantainya masih paving block. Pakai keramik juga. Tapi sejak saat itu (Wahidin Halim tak menjabat Wali Kota Tangerang), udah gak pernah lagi dibagusin sama pemerintah,” sambungnya.

Saat ini, Sentra Kuliner Laksa hanya tinggal 8 lapak.
Pantauan di lokasi, atap bangunan yang memiliki bentuk seperti sebuah rumah tradisional joglo ini, terlihat banyak lubang. Bahkan jika perhatikan lebih detail, atap bangunan ini terlihat sudah miring dan nyaris roboh.

Kondisi tersebut tak hanya mengganggu kenyamanan pengunjung, tetapi juga berdampak langsung pada para pedagang yang menggantungkan hidup dari warisan kuliner turun-temurun ini.

Hasan juga mengaku, ia dan.pedagang lainnya sudah menempati lokasi itu sejak 2011. Hasan juga menyatakan, tidak pernah ada pungutan sejak tahun tersebut.

Namun, lanjutnya, sudah tiga tahun terakhir para pedagang diminta bayar sewa sebesar Rp4 juta per tahun. “Dari tahun 2023 mulai bayar tuh. Transfer langsung ke rekening atas nama Kemenkumham. Terus selain sewa ada juga uang kebersihan Rp20 ribu per minggu,” kata Hasan menegaskan.

Ari Kristianto

Recent Posts

Sisgita Tangsel Jadi Acuan Integrasi Pajak dan Pertanahan

POSRAKYAT.ID — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan perjanjian kerja…

6 jam ago

Pelayanan Perumda Tirta Benteng Disorot, Investasi AKT 2,9 Triliun Tidak Maksimal?

POSRAKYAT.ID — Praktisi Hukum Aris Purnomo Hadi mengungkapkan, dengan nilai investasi yang cukup besar, pelayanan…

12 jam ago

Hadapi Porprov, PBFI Kota Bogor Sambangi Tangerang Selatan

POSRAKYAT.ID — Ketua Perkumpulan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) Kota Bogor Gina Agustin Fitriani mengatakan,…

2 hari ago

Pungutan Pajak Toko Modern di Kota Tangerang Disorot, Komisi III DPRD Kompak Bungkam

POSRAKYAT.ID — Pungutan pajak reklame di Kota Tangerang masih mendapat sorotan. Adanya dugaan manipulasi laporan…

3 hari ago

Persempit Celah Korupsi di Tangsel, KPK Dorong Pemerintah Daerah Bangun Sistem dan Integritas

POSRAKYAT.ID — Dalam pemaparan literasi keluarga berintegritas di Tangsel, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK…

5 hari ago

Oknum Jaksa di Banten Diduga Edarkan Barang Bukti Narkoba, Ini Kata Pengamat Hukum

POSRAKYAT.ID - Kabar tak sedap beredar di Instansi Kejaksaan, di mana beredar informasi adanya oknum…

5 hari ago

This website uses cookies.