Kamis, Mei 21, 2026

Pengaruhi Deviden, Perumda Tirta Benteng Sebut ‘Pipa Warisan’ Jadi ‘Biang Kerok’

POSRAKYAT.ID – Tingginya Angka Kehilangan Air (NRW) pada pengelolaan Perumda Tirta Benteng, menjadi salah satu sebab berkurangnya keuntungan atau deviden pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tangerang tersebut.

Data di atas, berdasarkan keterangan Humas Perumda Tirta Benteng kepada wartawan. “Pipa distribusi ACP, GI dan PVC yang sudah tua lebih dari 35 tahun menyebabkan kebocoran fisik tinggi. Meter air di pelanggan banyak yang usia lebih dari 10 tahun,” ucap Humas Perumda Tirta Benteng Yayan, ditulis Kamis 21 Mei 2026.

Pipa distribusi dan meter air yang ‘lapuk’ hasil penyerahan Perumdam TKR milik Kabupaten itu, disinyalir juga menjadi salah satu penyebab menurunnya devuden di tubuh Perumda Tirta Benteng.

Baca Juga :  Empat Anggota Fraksi PSI 2024-2029 Siap Kawal Aspirasi Masyarakat

“Pipa dan meter air yang melebihi umur teknis, menyebabkan tidak akurat dan kebocoran non fisik tinggi. Terutama terjadi pada pipa dan Sambungan Langganan (SL) hibah dari Perumdam TKR,” lanjut Yayan.

Melihat hal itu, tambahnya, Perumda Tirta Benteng telah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kebocoran, dan meter air yang telah usang. “Sudah mengganti sekitar 25.000 meter air dari tahun 2023 sampai dengan 2025,” bebernya.

Membangun sistem SCADA untuk memantau kebocoran lebih cepat. Sosialisasi dan edukasi ke pelanggan. Membentuk tim khusus setingkat bagian, yaitu bagian pengendalian kehilangan air,” sambung Yayan.

Yayan mengungkapkan, hasil perbaikan tersebut dapat menekan angka NRW hingga 35 persen, di tahun 2025. “Hasilnya NRW turun dari 44 persen di 2022, menjadi 35 persen di 2025,” tukasnya.

Baca Juga :  Golkar Mandatkan Rusdi Alam Pimpin Parlemen Kota Tangerang

Sebelumnya, Direktur Kebijakan Publik Tangerang Ibnu Jandi juga mempertanyakan perihal kinerja bisnis Perumda TB, setelah menerima sambungan pelanggan dari Perumdam TKR, 2020 silam.

“Sejak tahun 2014 hingga 2020 itu, deviden Perumda TB rata-rata di atas Rp1 miliar. Tapi setelah menerima 20 ribu sambungan pelanggan dari TKR, devidennya malah berkurang drastis,” jelas Bang Jandi.

Dalam data yang ada, realisasi penerimaan deviden Perumda TB di tahun 2021 hanya sekitar Rp613 juta. Sementara di tahun 2022, berkurang menjadi Rp459,8 juta.

Iklan - Scroll kebawah untuk melanjutkanspot_img
RELATED ARTICLES

Populer