Hukum & Kriminal

Polres Tangsel Ungkap Kasus Peredaran Obat Keras, Ganja dan Sabu

POSRAKYAT.ID – Wakapolres Tangerang Selatan (Tangsel), Kompol Muhibbur mengatakan, jajaran Satesnarkoba dan Polsek di wilayah hukum Polres Tangsel, berhasil mengungkap kasus peredaran obat keras daftar G, dan narkotika.

Pengungkapan tersebut, hasil penyelidikan sepanjang Oktober hingga November 2025. “Pengungkapan ini bukan sekadar angka. Ini, adalah upaya menyelamatkan ribuan jiwa, dari bahaya obat keras dan narkotika,” kata Muhibbur, Selasa 25 November 2025 kemarin.

Dalam ungkap kasus tersebut, 18 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. “Total 18 tersangka berhasil kami amankan. Barang bukti mencapai puluhan ribu butir obat keras, ratusan gram sabu, hampir delapan kilogram ganja, dan ratusan butir ekstasi,” jelasnya lagi.

Wakapolres menegaskan, pihak kepolisian terus memperketat penindakan. Pasalnya, sambung Wakapolres, wilayah Tangsel kerap menjadi sasaran peredaran obat ilegal, dan narkoba jaringan luar daerah.

“Banyak remaja yang menyalahgunakan obat ini. Karena itu, kami tindak tegas semua pengedar yang beroperasi tanpa izin dan menjual tanpa resep,” katanya.

Dari tujuh tersangka kasus obat keras, polisi menyita 30.906 butir obat daftar G seperti Tramadol, Hexymer, Trihexyphenidyl, hingga Alprazolam

Para pelaku, kata dia, beroperasi melalui kontrakan dan counter ponsel, dengan modus penyamaran pesanan melalui handphone.

Selain itu, pihaknya juga mengamankan dua tersangka berinisial ES dan YM, dengan barang bukti sabu seberat 144,05 gram. Sementara dari tersangka KY, petugas menemukan 204 butir ekstasi siap edar.

Wakapolres menyebut, pengungkapan ini menjadi bukti bahwa para pelaku, masih mencoba memanfaatkan wilayah Tangsel sebagai tempat transaksi. “Kami tidak memberi ruang sedikit pun. Setiap jaringan kami kejar, setiap titik rawan kami sisir,” tegasnya.

Sementara dalam pengungkapan ganja, tiga tersangka berhasil tertangkap di Pondok Aren, dan wilayah Bogor. Barang bukti dari tiga tersangka tersebut mencapai 7.978,65 gram. Sebagian besar dalam kemasan blok siap edar.

Kompol Muhibbur menegaskan bahwa angka tersebut menunjukkan betapa seriusnya ancaman peredaran gelap ini.

“Kami mengajak masyarakat untuk melapor. Informasi sekecil apa pun sangat membantu memutus mata rantai peredarannya,” ujarnya.

Idris Ibrahim

Recent Posts

Transaksi Digital dan Non Tunai di Tangsel, Benyamin Davnie Singgung Dompet

POSRAKYAT.ID – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyebut, digitalisasi transaksi pemerintahan turut mendukung…

4 jam ago

Dekati Porprov 2026, Ketua KONI Tangsel Pastikan Harmonisasi

POSRAKYAT.ID - Ketua KONI Kota Tangsel Mahludin menegaskan, mendekati Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026,…

5 jam ago

Bea Cukai Banten Perkuat Dukungan UMKM melalui CVC di Trade Expo Indonesia 2026

POSRAKYAT.ID – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC Provinsi Banten Ambang Priyonggo menyatakan, Bea Cukai akan…

9 jam ago

CSR Grab-OVO di Program MBG di Tangerang Selatan Dilirik Wamenkum Digi

POSRAKYAT.ID — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkom Digi), Angga Raka Prabowo meninjau, pelaksanaan program…

1 hari ago

Pemerintah Kota Tangsel Fasilitasi Sertifikasi Halal Gratis bagi UMKM

POSRAKYAT.ID – Jelang pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal pada 18 Oktober 2026, Pemerintah Kota Tangerang Selatan…

4 hari ago

Tinjau Taman Mangu dan Pondok Safari, Pilar Ungkap Infrastruktur Hadapi Penghujan

POSRAKYAT.ID — Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyatakan, pembangunan infrastruktur pengendali banjir saat…

1 minggu ago

This website uses cookies.