POSRAKYAT.ID – Salah seorang jemaah umrah, Dendy Pradana mengaku telah melaporkan pengelola travel PT Solusi Baitullah Indonesia, ke Polres Tangerang Selatan (Tangsel), Senin 24 Agustus 2026 kemarin.
Dendy mengatakan, pihaknya melaporkan Yunita alias Ummah selaku pengelola, atas dugaan penipuan dan perbuatan curang. Sebab, sambungnya, ia dan kerabatnya tidak jadi berangkat untuk menunaikan ibadah umrah.
“Dari keluarga kami sendiri ada 10 orang, kemudian ada kerabat sekitar empat orang. Kalau dari kami saja, totalnya (kerugian) sekitar Rp512 juta,” ujar Dendy, kepada wartawan.
Dendy menuturkan, rencana keberangkatan seharusnya pada 11 Juli 2026. Namun, dua hari sebelum jadwal tersebut, jemaah mendapat informasi bahwa keberangkatan tidak dapat dilakukan.
“Informasi tidak bisa berangkat tanggal 9, sementara kami harus berangkat tanggal 11. Jadi sangat mepet. Saat itu mereka menyampaikan tidak sanggup membayar biaya penerbangan sekitar Rp350 juta lebih kepada pihak Garuda,” katanya.
Kami bayarnya langsung cash, dalam waktu tiga hari sudah lunas. Ketika ada kenaikan, seharusnya (pihak pengelola PT Solusi Baitullah Indonesia) memanggil seluruh jemaah, dan bicarakan bagaimana solusinya. Ini tidak ada,” tambah Dendy.
Dendy menyatakan, pihak travel sempat membuat surat kesanggupan pengembalian uang dengan batas waktu tertentu. Namun, hingga 24 Agustus 2026, dana tersebut belum juga kembali.
“Sudah ada surat perjanjian pengembalian uang. Bukti transfer juga lengkap. Ketika gagal memberangkatkan, travel membuat surat akan mengembalikan sampai batas waktu tertentu. Kemudian meminta tambahan waktu lagi sekitar 10 hari. Kami sudah menyanggupi, tetapi sampai sekarang belum ada pengembalian,” jelasnya.
Dendy juga mengaku kecewa karena kegagalan keberangkatan tersebut bukan hanya berdampak secara finansial. Tetapi juga secara emosional bagi keluarga yang telah lama menabung, untuk menjalankan ibadah umrah bersama.
“Orang tua kami dari Sulawesi kami panggil ke sini untuk umrah. Kami patungan dan menabung supaya bisa berangkat bersama. Siapa yang tidak kecewa ketika sudah mempersiapkan semuanya, tetapi dua hari sebelum berangkat justru batal (berangkat),” keluhnya.
Ia menegaskan tujuan pelaporan bukan semata-mata untuk mencari keuntungan. Melainkan, ucapnya lagi, agar dana jemaah dapat kembali, dan persoalan tersebut memperoleh kejelasan hukum.
“Kami tidak ingin mempersulit atau mencari masalah. Kami hanya ingin uang kami kembali semuanya. Dan persoalan ini jelas,” tegas Dendy.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari pihak PT Solusi Baitullah Indonesia maupun Noor Yunita Setiawati mengenai tudingan tersebut.
Proses hukum dan pembuktian selanjutnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Dan keterangan dari pengelola travel PT Solusi Baitullah Indonesia, akan terbit jika wartawan telah mendapatkan keterangan.
POSRAKYAT.ID — Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Banten Najib Hamas menegaskan, pergantian M.…
POSRAKYAT.ID – Gubernur Banten Andra Soni, memberi apresiasi atas capaian cek kesehatan gratis di Kota…
POSRAKYAT.ID — Pelatih atlet Taekwondo yang tergabung dalam grup Bojang Adiaksa Sikka, asal Nusa Tenggara…
POSRAKYAT.ID - Hasil penindakan barang kena cukai ilegal (BKC) antara Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea…
POSRAKYAT.ID - General Manager PT. Bumi Berkah Hijau Andri Suhandi mengatakan, dengan hadirnya tahap 5…
POSRAKYAT.ID – Dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan di bidang cukai, Bea Cukai Tangerang melaksanakan Pemantauan…
This website uses cookies.