Rakyat Bicara

PMII Kota Tangerang Sebut Sachrudin Gagal Lindungi Masyarakat

POSRAKYAT.ID – Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tangerang, Oki menyatakan, penegakan dan pengawasan dalam implementasi Peraturan Wali Kota (Perwal) nomor 93 tahun 2022, masih sangat lemah.

Pernyataan Oki itu, saat ia dan puluhan mahasiswa, menggelar unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota, dan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang.

Regulasi (Perwal nomor 93 tahun 2022) yang mengatur tentang pengaturan pembatasan jenis kendaraan, jam operasional angkutan tanah dan pasir itu, sambung Oki, belum sepenuhnya maksimal ditegakkan di Kota Tangerang.

“Perwal ini, untuk melindungi masyarakat dari ancaman kendaraan berat di jam sibuk. Tapi faktanya masih banyak truk yang bebas beroperasi di siang hari tanpa pengawasan. Ini bukti lemahnya fungsi pengendalian instansi terkait,” ujar Oki, Kamis 16 Oktober 2025.

Oki menyebut, tewasnya salah seorang warga di Jalan Daan Mogot, Batuceper beberapa waktu lalu, menjadi bukti tidak maksimalnya penegakan terhadap aturan tersebut.

“Seorang warga lanjut usia berinisial ID, (72) meninggal dunia setelah terlindas dump truk, yang dikemudikan oleh anak berusia 15 tahun. Kejadian itu, pada pukul 10.00 WIB,” ungkapnya.

Pengendalian pada Dinas Perhubungan, terang Oki lagi, dan Satpol PP Kota Tangerang, masih berfungsi sangat lemah terhadap penerapan aturan itu. “Ini bukan sekadar kecelakaan biasa, tetapi bentuk kelalaian sistemik Pemkot Tangerang,” tegas Oki.

Lebih lanjut, ia menilai kondisi jalan di Kota Tangerang semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, banyak trafik light di sejumlah tempat mati. Tak hanya itu, marka jalan juga memudar, dan batas jalan hilang di sejumlah titik rawan kecelakaan.

“Minimnya perhatian terhadap aspek keselamatan publik, menunjukkan bahwa pengelolaan kebijakan lalu lintas di kota ini, gagal secara akuntabel,” ucapnya.

PMII meminta agar Pemerintah Kota Tangerang untuk merevisi Perwal No. 93 Tahun 2022, dengan mempertegas sanksi administratif bagi pelanggar. Terutama, perusahaan pemilik kendaraan yang melanggar jam operasional.

Kemudian, pihaknya juga meminta Pemkot agar mengevaluasi dan sanksi tegas terhadap Dinas Perhubungan, dan Satpol PP.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan publik. Regulasi tidak boleh berhenti di atas kertas, tetapi harus dengan pengawasan yang kuat dan berkesinambungan,” pungkasnya.

Ari Kristianto

Recent Posts

Pacu Investasi di Banten, Bea Cukai Terbitkan Izin Kawasan Berikat Produsen Sepatu Nike

POSRAKYAT.ID – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melalui Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Banten…

3 hari ago

Ngopi Bareng, Wartawan dan DPRD Tangsel Soroti Banjir, Pajak, hingga Layanan Publik

POSRAKYAT.ID – Dalam agenda coffee morning bersama Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan DPRD, berbagai hal seperti…

3 hari ago

Soal Persiapan Porprov 2026, Plt Kadispora Tangsel Kok Bungkam?

POSRAKYAT.ID - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Kota Tangsel Ika, memilih…

6 hari ago

Evaluasi Raperda 2026 dan Proyeksi 2027, Bapemperda DPRD Tangsel Ungkap Tiga Usulan Ditarik

POSRAKYAT.ID — Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Sudiar mengungkapkan,…

1 minggu ago

Kunjungan APKB Provinsi Banten, Bea Cukai Buka Ruang Diskusi bagi Pengusaha

POSRAKYAT.ID – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC Provinsi Banten Ambang Priyonggo menyatakan, kunjungan pengurus Asosiasi…

1 minggu ago

Hari Santri 2026 di Tangsel, Baznas Bagikan Uang Pembinaan Hingga 18 Juta

POSRAKYAT.ID — Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyebut, dalam perayaan Hari Santri 2026,…

1 minggu ago

This website uses cookies.