Hukum & Kriminal

Korupsi Sampah Diungkap Kejati, Indikasi Lemahnya APIP dan DPRD Tangsel?

POSRAKYAT.ID – Pengamat Hukum Andi Syafrani menduga, pengungkapan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) pengelolaan sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, menjadi indikasi lemahnya pengawasan lembaga Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP), dan DPRD.

“Artinya sebelum masuk ke ranah pidana, itu mestinya APIP bisa bertindak lebih preventif untuk mencegah tindakan pidana yang berasal dari dugaan kerugian negara,” kata Andi kepada Posrakyat.id, Kamis 17 April 2025.

Menurut Andi, lemahnya lembaga pengawas tersebut, terdapat dugaan persekongkolan pada perbuatan Tipikor oleh para oknum pejabat di DLH Kota Tangsel. “APIP tidak bekerja secara maksimal. Bisa saja, terjadi main mata antara APIP,” tegas Andi.

Kedua, bisa jadi mereka satu kesatuan. Kemudian yang ketiga, ini kan menunjukkan bahwa pengawasan internal itu tidak berjalan dengan baik. Nah ini menunjukkan batas-batas kewenangan administrasi pemerintahan itu juga tidak baik,” tambahnya.

Selain APIP, Andi juga menyinggung peran DPRD Kota Tangsel, sebagai lembaga yang ‘semestinya’ terpisahkan dari ‘intervensi kekuasaan’ eksekutif. “Fungsi mereka (DPRD) ini sebenarnya kan cukup besar ya. Selain mereka yang menyetujui program, mengesahkan anggarannya, mereka adalah lembaga pengawas resmi,” papar Andi.

Tapi yang kita selalu saksikan, kekuasaan legislatif tunduk dan terlihat seperti ‘membebek’ pada kepentingan-kepentingan eksekutif. Kekuasaan legislatif kita, tidak pernah menunjukkan kekuasaan yang independen. Kecuali untuk ngegosh, dan ujung-ujungnya hanya sebagai cara untuk ‘bertransaksi’,” imbuh Andi.

Pengamat lulusan UIN Syarif Hidayatullah itu menegaskan, peran-peran Wakil Rakyat itu hanya menjadi ‘kewenangan transaksional’ pada kebijakan-kebijakan program eksekutif.

Jadi kewenangannya adalah kewenangan yang transaksional. Dalam rangka untuk ikut ‘mencicipi. Kalau mau bahasa lebih kasar lagi, yang mereka ini jadi ‘premannya’. Menurut saya, isu-isu yang harus dikejar adalah maraknya korupsi di eksekutif,  adalah andil dari lemahnya pengawasan legislatif,” ungkap Andi Syafrani.

Page: 1 2

Ari Kristianto

Recent Posts

Konsolidasi Aslinmas Kota Tangerang, Perkuat Sinergi Masyarakat di Lingkungan

POSRAKYAT.ID — Asosiasi Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) Kota Tangerang, memperkuat konsolidasi organisasi, untuk meningkatkan peran anggota…

23 jam ago

Tangsel Entrepreneur Hub 2026 Dorong UMKM Naik Kelas

POSRAKYAT.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah…

2 hari ago

Customs Goes to Campus, Bea Cukai Banten Bahas Perdagangan Internasional

POSRAKYAT.ID – Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Banten, menyelenggarakan Customs Goes to Campus (CGTC) pada…

6 hari ago

Vermont Hills Hadir dengan Wajah Baru, Tawarkan Hunian Berkonsep Resort di Serpong

POSRAKYAT.ID – Pandega Desain Weharima (PDW) Architecture, menghadirkan wajah baru kawasan hunian Vermont Hills yang…

6 hari ago

Sains Festival BRIN, Bidik Talenta Muda untuk Jadi Ahli Nuklir dan Antariksa

POSRAKYAT.ID — Ribuan siswa SMA dan mahasiswa berkumpul dalam Sains Festival yang digelar Badan Riset…

1 minggu ago

Electricity Connect 2026, PT GUT Perkuat Peran di Proyek Kelistrikan Nasional

POSRAKYAT.ID — PT Graha Usaha Teknik (PT GUT) memanfaatkan ajang Electricity Connect 2026 atau Enlit…

1 minggu ago

This website uses cookies.