Birokrasi

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Tumbuh Positif, Lebih Dari 9 Triliun

POSRAKYAT.ID – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Provinsi Banten bersama dengan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU BC) Soekarno-Hatta mengumumkan capaian realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai di wilayah Provinsi Banten sampai dengan 30 September 2023.

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai di Banten tumbuh 3,11 persen, didorong oleh Barang Konsumsi dan Bahan Baku Industri.

Penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp9,54 triliun atau 74,60 persen dari target, tumbuh 3,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Kanwil DJBC Banten, Rahmat Subagio mengatakan bahwa, kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai di Banten menunjukkan peningkatan yang signifikan.

“Kami terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan dan pengawasan terhadap kegiatan impor, ekspor, dan cukai di wilayah kami,” ujar Rahmat.

Kami juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung program pemerintah melalui fasilitas kepabeanan dan cukai bagi sektor-sektor yang membutuhkan,” katanya lagi.

Penerimaan kepabeanan dan cukai berasal dari bea masuk (BM) Rp7,58 triliun, cukai Rp1,95 triliun, dan bea keluar (BK) Rp5,71 miliar.

Penerimaan BM didorong oleh terutama barang konsumsi dan kebutuhan bahan baku/penolong kebutuhan industri raw sugar.

Penerimaan cukai tumbuh positif karena pertumbuhan industri rokok elektrik serta kebijakan tarif cukai hasil tembakau, peningkatan volume produksi minuman mengandung etil alkohol, dan juga extra effort kegiatan pengawasan di bidang cukai.

“Bea Cukai Banten sangat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembentukan iklim investasi yang kondusif di wilayah Banten, dintaranya adalah fasilitas tempat penimbunan berikat bagi industri dalam negeri dan implementasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 96 tahun 2023 terkait perdagangan e-commerce untuk perlindungan UMKM,” ujarnya.

Kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai di Banten juga berdampak positif terhadap neraca perdagangan.

Netto neraca perdagangan sampai dengan September 2023 adalah minus USD1,67 miliar atau menguat 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hal ini disebabkan oleh penurunan impor sebesar 28 persen pada komoditi logam mulia dan logam yang dipalut dengan logam mulia, kendaraan udara dan telepon, serta penurunan ekspor sebesar 13 persen pada komoditi kendaraan udara, barang cetakan, telepon dan alat jaringan digital.

Rahmat juga menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan fasilitas yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan pengguna fasilitas di wilayah kerjanya.

Page: 1 2

Ari Kristianto

Recent Posts

Konsolidasi Aslinmas Kota Tangerang, Perkuat Sinergi Masyarakat di Lingkungan

POSRAKYAT.ID — Asosiasi Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) Kota Tangerang, memperkuat konsolidasi organisasi, untuk meningkatkan peran anggota…

1 hari ago

Tangsel Entrepreneur Hub 2026 Dorong UMKM Naik Kelas

POSRAKYAT.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah…

2 hari ago

Customs Goes to Campus, Bea Cukai Banten Bahas Perdagangan Internasional

POSRAKYAT.ID – Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Banten, menyelenggarakan Customs Goes to Campus (CGTC) pada…

6 hari ago

Vermont Hills Hadir dengan Wajah Baru, Tawarkan Hunian Berkonsep Resort di Serpong

POSRAKYAT.ID – Pandega Desain Weharima (PDW) Architecture, menghadirkan wajah baru kawasan hunian Vermont Hills yang…

6 hari ago

Sains Festival BRIN, Bidik Talenta Muda untuk Jadi Ahli Nuklir dan Antariksa

POSRAKYAT.ID — Ribuan siswa SMA dan mahasiswa berkumpul dalam Sains Festival yang digelar Badan Riset…

1 minggu ago

Electricity Connect 2026, PT GUT Perkuat Peran di Proyek Kelistrikan Nasional

POSRAKYAT.ID — PT Graha Usaha Teknik (PT GUT) memanfaatkan ajang Electricity Connect 2026 atau Enlit…

1 minggu ago

This website uses cookies.