Sabtu, Juni 22, 2024

Pernyataan Dishub Tangsel Soal Jalan Haji Usman

POSRAKYAT.ID – Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Ika menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Provinsi Banten, menyoal pembukaan akses Jalan Haji Usman.

Dari notulensi hasil rapat koordinasi tersebut, tambahnya, pihaknya akan menggandeng seluruh stakeholder, dalam rangka penertiban pedagang di jalan itu.

“Hasil keputusan rapat terkait Pasar Ciputat, tanggal 17 Oktober 2022 lalu, penertiban pedagang di jalur tersebut agar menjadi poin utama untuk dilakukan terlebih dahulu. Dishub dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), mengusulkan agar diadakannya terlebih dahulu penertiban,” kata Ika kepada posrakyat.id, Kamis 20 Oktober 2022.

Ika menegaskan, dalam rangka penertiban pedagang itu, perlu dilakukan sosialisasi. Sehingga, sambungnya, tidak terjadi kericuhan pada saat penertiban pedagang di Jalan Haji Usman.

“Harus ada sosialisasi terhadap masyarakat atau pedagang dari intansi terkait (Disperindag Kota Tangsel) mengenai penertiban. Terkait kelengkapan jalan, kami sudah mengusulkan ke Dishub Provinsi Banten, dan Insyaallah minggu depan sudah terpasang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Ciputat (P3C) Yuli Sarlis menuturkan, tuntutan pedagang itu telah lama masuk. Pasalnya, beberapa kali mengusulkan agar Jalan Haji Usman dibuka, hingga saat ini hanya sebatas wacana.

Baca Juga :  BPS Jatim: Penggunaan Alat KB di Pedesaan Lebih Tinggi

“Ini kan soal perut yah. Para pedagang itu curhat ke saya, mereka itu sudah mengeluh beberapa kali, namun tidak juga ditanggapi. Hari ini mereka turun ke jalan pun, saya sempat kaget. Ternyata, tuntutan mereka itu kan sederhana, tolong akses Jalan Haji Usman ke Aria Putra itu dibuka,” ungkap Yuli saat ditemui di Pasar Ciputat.

Yuli pun menerangkan, Pasar Ciputat yang telah direvitalisasi dengan anggaran puluhan miliar itu, sepantasnya segera ditempati. Termasuk, imbuhnya, para pedagang yang ada di Jalan Haji Usman.

“Ini (Pasar Ciputat) kan masih banyak yang kosong. Harusnya yang dagang di jalan itu (Jalan Haji Usman), masukin ke sini. Jadi pasarnya ‘hidup’. Ini kan puluhan miliar lho bangunnya, buat apa kalo bukan untuk pedagang. Justru, mereka itu biar masuk ke sini, biar rame pasarnya,” terang Yuli.

Diberitakan sebelumnya, Kepala UPT Pasar Ciputat Saiful Bahri menuturkan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), terkait Jalan Haji Usman.

Baca Juga :  PAD Tangsel Bocor, Sejumlah Fraksi di DPRD Berikan Sorotan

“Kita sudah rapat, kemarin Senin (17 Oktober 2022), kami ketemu dengan OPD juga, dalam hal ini Dishub Kota Tangsel soal Jalan Haji Usman. Insya allah, segera dibuka nanti,” kata Saiful Bahri.

Soal kendala, Saiful menyebut Jalan Haji Usman merupakan aset dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Sehingga, lanjut Saiful, harus dikoordinasikan dengan Dishub Provinsi Banten.

“Itu kan aksesnya milik Provinsi Banten. Jadi harus koordinasi dengan Dishub Provinsi. Kewenangan jalan kan ada di mereka (Dishub). Jadi kita tunggu arahan dari mereka,” ungkap Saiful.

Terpisah, Ita salah seorang pedagang di Pasar Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluhkan anjloknya omzet, jika Jalan Haji Usman tak kunjung dibuka.

Menurut Ita, ketidakadilan kepada pedagang sebab para pembeli lebih memilih berbelanja di Jalan Haji Usman, ketimbang masuk ke dalam Pasar Ciputat yang telah direvitalisasi beberapa waktu lalu.

“Ini kan ngga adil pak. Pedagang yang di Jalan Haji Usman itu mereka lebih enak. Harusnya, seng yang menutup Jalan Haji Usman segera dibuka. Supaya pembeli juga masuk ke Pasar Ciputat,” kata Ita.

Iklan - Scroll kebawah untuk melanjutkanspot_img
RELATED ARTICLES

Populer