Birokrasi

Permatuka Tuding Adanya Jual Beli Paket Pekerjaan di Tangsel

POS RAKYAT – Koordinator Persatuan Mahasiswa Tunggal Ika (Permatuka) Ali Akbar menuding, adanya transaksi jual beli dalam beberapa paket pekerjaan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

“Tahun kemarin ada 51 pekerjaan cacat, karena kelebihan bayar di Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK). Terkait lokasi masih dibedah. Kami juga menduga adanya jual beli paket pekerjaan di dalam suatu organisasi,” tegas Ali saat dikonfirmasi posrakyat.id.

Menanggapi hal itu, Pengamat Sosial dan Perkotaan Tantan Hermansyah menyebut, tindakan jual beli paket pekerjaan akan sulit ditelusuri, karena tidak adanya keterbukaan dalam proses pengadaan.

Dugaan transaksional tersebut, ujar Dosen UIN Jakarta ini, tentunya akan menjadi pertimbangan bagi penyedia jasa untuk ‘mengorbankan’ pekerjaannya atau keuntungan yang didapat.

“Kalau untuk dugaan transaksional, atau ‘potongan fee’ dari pekerjaan yang didapat penyedia, pastinya akan sulit didalami. Dan ini pun sudah masuk ke ranah pidana,” kata Tantan saat dimintai tanggapan, Selasa 16 Agustus 2022.

Kalau pun ada, dugaan ‘potongan fee’ atau ‘setoran’ yang diminta dari penyedia barang dan jasa, tentunya mereka akan mengorbankan sesuatu. Entah pengurangan spek pekerjaan, atau pengurangan keuntungan,” tambahnya.

Tantan menyebut, dalam langkah pengadaan barang dan jasa yang dilakukan pemerintah, tentunya harus sesuai dengan semangat Smart City yang digagas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel sendiri.

“Bagaimana sih penerapan smart city itu. Yang jelas, semuanya terbuka, semangat transparansi baik proses pengadaan barang dan jasa, maupun proses pemilihan pemenang tender. Jadi semua, seluruh dunia tahu, bahwa si pemenang proyek itu betul-betul memiliki kapasitas, dan mumpuni dalam pekerjaannya,” tegas Tantan.

Konsep smart city yang digaungkan oleh pemerintah, ungkap Tantan, tentunya tidak hanya mengandung asas keterbukaan, tetapi juga ada upaya memangkas proses yang rumit, terlebih bagi para penyedia barang dan jasa.

“Tentunya dengan konsep itu (smart city), semua bisa tahu, semua bisa melihat. Kalau dulu sebelum ada konsep smart city, semu dilakukan secara konvensional, sekarang kan sudah praktis. Serba internet, dan semua bisa mengakses informasi yang disampaikan oleh pemerintah,” ungkap Tantan.

Jadi kembali lagi, terkait dugaan adanya ‘setoran awal’ seperti yang ditudingkan oleh mahasiswa itu, tentunya jika Kota Tangsel memegang teguh konsep smart city, dugaan-dugaan itu pasti tidak terjadi. Karena apa? Semua melihat prosesnya,” tandas Tantan.

Ari Kristianto

Recent Posts

HIMNI Perkuat Pemahaman Masyarakat Soal Manfaat Nuklir

POSRAKYAT.ID — Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) Djarot Sulistio Wisnubroto mengungkapkan, kepengurusan organisasi…

2 hari ago

Dinas Kominfo Tangerang Selatan Dorong Santri Melek Transformasi Digital

POSRAKYAT.ID – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot), melalui Dinas…

3 hari ago

Lewat Fasilitas Kawasan Berikat, Bea Cukai Banten Permudah Pengembangan Industri

POSRAKYAT.ID – Bea Cukai Banten terus mendorong pertumbuhan dan pengembangan industri dalam negeri melalui pemberian…

3 hari ago

Geram, Pilar Sebut Pemasangan Kabel Optik di Tangsel ‘Kucing-kucingan’

POSRAKYAT.ID - Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan, mengaku geram dengan pemasangan kabel optik,…

3 hari ago

Tekan MoU dengan BSI, Pemkot Tangsel Buka ‘Kran’ Permodalan buat Anak Muda

POSRAKYAT.ID - Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, dengan penandatanganan nota kesepahaman atau…

5 hari ago

Oknum Guru PPPK di Karawaci Disebut Rusak Fasilitas Sekretariat Wakaf

POSRAKYAT.ID - Oknum Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) disebut-sebut terlibat dalam perusakan fasilitas…

5 hari ago

This website uses cookies.