POSRAKYAT.ID — Ketua Perkumpulan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) Kota Bogor Gina Agustin Fitriani mengatakan, kedatangannya ke Tangerang Selatan, bertujuan memperkuat komunikasi antar PBFI.
“Utamanya lagi, kami ini silaturahim ya untuk sharing. Karena sama-sama akan melaksanakan Porprov di bulan November nanti,” ujar Gina, Sabtu 19 September 2026.
Gina menilai sinergi antara pengurus, pelatih, dan atlet dapat membantu masing-masing daerah mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki sebelum pertandingan.
“Ketika ada sinergi antara ketua, sesama ketua dari PBFI, sesama pelatih, dan juga atletnya, kita bisa saling support. Apa sih yang menjadi kekurangan-kekurangan,” jelasnya.
Gina menambahkan, kunjungan tersebut, juga menjadi kesempatan untuk mendapatkan edukasi mengenai berbagai persiapan atlet, sebelum turun dalam pertandingan.
“Kita kesini hanya ingin mencari edukasi dan silaturahmi sebetulnya. Supaya apa sih ketika nanti akan turun, persiapannya, apa aja sih yang harus kita persiapkan,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua PBFI Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Firmanto mengatakan, kunjungan PBFI Bogor merupakan balasan atas kunjungan PBFI Tangsel ke Kota Bogor sekitar enam bulan lalu.
“Kita pernah kunjungan dari PBFI Tangerang Selatan ke Kota Bogor itu sudah hampir enam bulan yang lalu. Jadi, hingga kini mungkin dari Kota Bogor ke PBFI ini berbalas silaturahmi,” kata Firmanto.
Menurut Firman sapaan akrabnya, PBFI Tangsel dan PBFI Bogor sama-sama tengah mempersiapkan atlet untuk menghadapi Porprov pada November mendatang. Karena itu, kedua daerah dapat saling berbagi pengalaman terkait persiapan pertandingan.
“Pembahasan pertama yang terkait karena kan ini kita Porprovnya sama, bulan November juga. Jadi agar lebih mungkin dari Kota Bogor dengan Tangsel ini saling kolaborasi,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, persoalan efisiensi juga menjadi salah satu pembahasan. Firman mencontohkan perbedaan honor juri antara Tangsel, dengan Jawa Barat.
“Contoh, kita mengacu pada SSH (standar satuan harga) Tangsel itu juri itu Rp1,5 juta dengan Rp1,7 juta. Di Jawa Barat dia Rp300 ribu per hari. Nah, ini kan jadi pembahasanlah ya bagi mereka,” ungkapnya.
Selain membahas persiapan teknis, firman berharap dana untuk atlet segera cair. Menurutnya, waktu menuju pelaksanaan Porprov semakin dekat, sehingga atlet membutuhkan kepastian untuk menjalankan persiapan.
“Ya, saya berharap untuk Porprov ini dana untuk atletnya segera cair. Gitu aja. Karena ini kan menjelang 54 hari lagi. Kita kan tuan rumah, jangan sampai kita ini sebagai tuan rumah kurang persiapan dan dibikin malu,” tegasnya.

