POSRAKYAT.ID – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot), melalui Dinas Kominfo terus mendorong perluasan akses digital di tengah-tengah masyarakat
Hal itu, terwujud melalui program Tangsel Digital Academy di lingkungan pondok pesantren. “Tujuannya adalah, mengembangkan Tangsel Digital Academy dengan fokus pada peningkatan literasi digital bagi para santri,” ujar Benyamin, beberapa waktu lalu.
Kolaborasi ini, sambung Benyamin, menjadi langkah strategis untuk menyiapkan santri sebagai bagian dari ekosistem digital yang cerdas, produktif, dan tetap berkarakter.
“Kita bekerja sama antara tiga lembaga, yaitu Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren, dan Institut Teknologi Tangerang Selatan,” tegasnya.
Menurut Benyamin, santri memiliki modal besar untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Selain ilmu pengetahuan, para santri juga memiliki fondasi akhlak, serta nilai-nilai keagamaan yang kuat.
“Santri memiliki dua fondasi utama, yaitu ilmu pengetahuan dan iman serta takwa. Ketika kita padukan dengan kemampuan digital, peluang untuk membuka akses terhadap berbagai pengetahuan dan kesempatan akan semakin luas,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang Selatan Tb. Asep Nurdin menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari visi besar Pemkot Tangsel. Hal itu, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan teknologi digital secara positif dan produktif.
Harapannya, pondok pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga berkembang menjadi pusat inovasi, literasi digital, pemberdayaan ekonomi umat.
Tak hanya itu, lanjut Asep, pondok pesantren juga dapat menjadi tempat lahirnya talenta-talenta digital, yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Kami meyakini pesantren yang terkoneksi secara digital akan melahirkan santri-santri yang inovatif. Santri yang inovatif akan menggerakkan ekonomi digital, dan ekonomi digital yang berlandaskan akhlak,” terang Asep.
Santri-santri yang melek transformasi digital, akan membawa Tangerang Selatan menjadi kota yang cerdas, modern, religius, dan berdaya saing global,” tambahnya.
Karena itu, program kerja sama ini tidak hanya menghadirkan pelatihan literasi digital, tetapi juga mencakup pelatihan keamanan siber, pemasaran digital, pemanfaatan AI.
Pelatihan literasi digital, juga dapat menjadi langkah pendampingan transformasi digital bagi UMKM pesantren. Proses pembelajaran yang didampingi para pakar, hingga kompetisi inovasi digital antar-santri.
“Program ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini. Tangsel Digital Academy, sebagai program berkelanjutan. Hal ini, agar para santri benar-benar menguasai teknologi, dan mampu memanfaatkannya secara produktif,” pungkasnya. (***)

