POSRAKYAT.ID – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menuturkan, perlu adanya kolaborasi dari seluruh elemen, dalam rangka menekan angka stunting di wilayah tersebut.
Pernyataan Benyamin itu, manakala membuka peluncuran Program SIGAP Anak Sehat 2026, sebagai upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 mendatang.
Dalam intervensinya, Pemerintah Kota (Pemkot) (Tangsel) berkolaborasi dengan pihak swasta untuk memperkuat intervensi stunting sejak usia dini melalui program tersebut.
Program SIGAP Anak Sehat 2026 menyasar keluarga dengan anak berisiko stunting di Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.
Benyamin Davnie juga menegaskan, intervensi stunting perlu dilakukan sejak sekarang. Karena, anak-anak yang menjadi sasaran program, merupakan generasi yang akan berada pada usia produktif, di tahun 2045 mendatang.
“Saya membayangkan mereka usia 20 tahun pada 2045. Kalau dari sekarang tidak kita intervensi, makanan mereka harus seimbang antara tinggi badan, umur, dengan berat badannya. Itu harus kita intervensi dari sekarang,” ujar Benyamin, beberapa waktu lalu.
Menurut Benyamin, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik anak. Kekurangan asupan gizi pada masa pertumbuhan, juga dapat berdampak terhadap perkembangan mental, dan kemampuan berpikir anak.

Oleh karena itu, ia menilai pemenuhan kebutuhan gizi anak harus menjadi perhatian bersama. Terlebih, orang tua kerap menghadapi tantangan saat memberikan makanan kepada balita maupun batita.
Benyamin menyampaikan, pemilihan Kecamatan Serpong sebagai salah satu lokasi intervensi, karena berdasarkan data, masih terdapat angka stunting yang perlu mendapatkan perhatian lebih.
Pelaksanaan program itu, melalui enam puskesmas yang berada di Kecamatan Serpong selama 56 hari.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Tangsel mendapat dukungan dari pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), salah satunya PT Telkom Indonesia wilayah Banten.
Kolaborasi tersebut turut mendapat dukungan dari Srikandi Telkom Group dan Danantara Indonesia.
Benyamin menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut karena turut memperkuat upaya pemerintah dalam menangani persoalan stunting di Kota Tangerang Selatan.
“Atas nama pemerintah kota dan masyarakat, saya ucapkan terima kasih kepada PT Telkom. Khususnya wilayah Banten, yang telah mengeluarkan CSR-nya, TJSL-nya dalam kaitan dengan program penanganan stunting, oleh pemerintah kota melalui bidang kesehatan,” ungkapnya.
Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada penanganan stunting, tetapi dapat diperluas untuk mendukung berbagai program kesehatan dan pendidikan di Kota Tangerang Selatan.
“Bukan saja untuk penanganan stunting, tetapi juga untuk program-program kesehatan yang lainnya dalam kaitannya dengan pengembangan pendidikan juga,” pungkas Benyamin. (***)

