POSRAKYAT.ID – Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengungkapkan, beberapa hal menjadi pembahasan dalam Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Mulai dari keamanan, hingga kekeringan dan proses pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). “Tadi juga saya sampaikan, saat ini terdapat 147 kepala keluarga (KK) di enam RT, di Kelurahan Keranggan yang terdampak kekeringan,” ujarnya, Selasa 21 Juli 2026.
Sampai kemarin kami telah mendistribusikan kurang lebih 50 ribu liter air bersih. Untuk solusi jangka menengah, saya berencana membangun sumur air dalam yang lengkapi toren berkapasitas besar. Seperti yang telah kami bangun di Perumahan Pesona Serpong,” tambah Benyamin Davnie.
Selain itu, sambungnya, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BMKG dan Pengelola Bendung Katulampa. “Pertama BMKG. Untuk mengetahui perkembangan musim kemarau, suhu udara, serta perkiraan sampai kapan musim kemarau berlangsung,” jelasnya.
Kedua, kami akan berkoordinasi dengan pengelola Bendung Katulampa di Bogor, untuk memantau kondisi debit air Sungai Cisadane. Hal ini penting, karena berpengaruh terhadap pelayanan air bersih oleh PDAM, dan kebutuhan lainnya. Data tersebut akan terus kami perbarui,” lanjutnya lagi.
Benyamin juga mengungkapkan perihal persiapannya dalam proses PSEL. “Saat ini prosesnya (pembebasan lahan untuk PSEL) sudah memasuki tahap sosialisasi kepada masyarakat. Penetapan lokasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup,” bebernya.
Sosialisasi ini penting. Karena akan menjadi salah satu pedoman bagi Tim Appraisal Independen. Saya juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk lebih dahulu melakukan musyawarah bersama tim appraisal, sebelum proses penilaian,” ucap Benyamin.
Proses tersebut, sambung Benyamin, targetnya selesai di tahun 2026 ini. “Hal ini, untuk semakin memantapkan kesiapan pembangunan PSEL di Tangerang Selatan,” ungkap Benyamin.
Dalam proses pembebasan lahan, katanya, Pemerintah Kota (Pemkot) telah menyiapkan sedikitnya Rp140 miliar. “Anggaran pembebasan lahannya sudah kami siapkan dalam APBD murni. Tinggal pelaksanaan teknisnya saja,” paparnya.
Lahan yang masih kita butuhkan kurang lebih seluas 2,4 hektare. Sementara itu, kami juga sudah memiliki lahan sekitar 2,2 hektare yang nantinya digunakan untuk penyimpanan FABA (Fly Ash dan Bottom Ash),” tukasnya usai memimpin Rapat Forkopimda di Pusat Pemerintah (Puspem) Kota Tangsel.
POSRAKYAT.ID - Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, mahasiswa sebagai salah satu generasi…
POSRAKYAT.ID – Bea Cukai Banten, menerima kunjungan audiensi dari PT Aero Nusantara Indonesia pada Rabu,…
POSRAKYAT.ID - Sejumlah massa yang tergabung dalam Komite Independen Bela Rakyat (Kibra), melakukan aksi di…
POSRAKYAT.ID - Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Agus Supriatna menyebut, pihaknya telah menindaklanjuti rekomendasi hasil…
POSRAKYAT.ID - Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Provinsi Banten, Pemerintah Kota Tangerang menyajikan anggaran…
POSRAKYAT.ID - Dalam upaya memberantas peredaran rokok ilegal di Provinsi Banten, Bea Cukai Banten melaksanakan…
This website uses cookies.