Rabu, Juni 12, 2024

Wacana RSUD Tigaraksa, DPRD Tuding Pemkab Hanya Buang Anggaran dan Bagi Jabatan

POS RAKYAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mewacanakan pembangunan RSUD Tigaraksa. Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kholid Ismail menuding, wacana tersebut hanya buang anggaran dan bagi-bagi jabatan.

Tanggapan Politisi PDI Perjuangan itu bukan tanpa sebab. Pasalnya, kata Kholid, merujuk pelayanan dan fasilitas beberapa RSUD milik Pemkab saat ini, masih jauh dari kata maksimal.

“Rencana pembangunan rumah sakit tentu harus didukung oleh semua pihak. Tidak hanya itu, kajian terkait pembangunan rumah sakit tersebut juga harus dilakukan secara matang oleh pemerintah daerah,” kata Kholid, Selasa 2 Agustus 2022.

Faktanya tidak demikian, di RSUD Pakuhaji saat ini tersedia 30 dokter spesialis. Namun, kerja mereka tidak maksimal, karena belum didukung dengan fasilitas dan sarana prasarana yang memadai,” ujarnya lagi.

Baca Juga :  Mobil Dibeli Cash Ditarik Oknum Kolektor, Kok Bisa?

Buat apa bangun RSUD lagi, sementara yang ada tidak dimaksimalkan. Jangan sampai buang-buang anggaran untuk bangun RSUD. Apalagi cuma untuk bagi-bagi jabatan saja,” lanjutnya.

Kholid mengungkapkan, saat ini Pemkab Tangerang telah memiliki tiga RSUD, yang tersebar guna pelayanan masyarakat.

Sebagai contoh, RSUD Tangerang yang berada di Kota Tangerang untuk melayani masyarakat Kabupaten Tangerang dari wilayah tengah, sebagian wilayah Selatan, sebagian masyarakat pantura dan masyarakat Kota Tangerang itu sendiri.

Ada lagi, lanjut Kholid, RSUD Balaraja untuk melayani masyarakat wilayah Barat dan sebagian wilayah Selatan. Sedangkan RSUD Pakuhaji dibangun untuk melayani masyarakat wilayah Utara.

Dirinya menegaskan, wacana pembangunan RSUD Tigaraksa, nantinya akan bernasib sama seperti RSUD Pakuhaji. Dimana, imbuhnya, saat ini hanya terdapat 100 kunjugan pasien dalam sehari.

Baca Juga :  Dinaturalisasi, Komisi X: Selamat Datang Jordi Amat dan Sandy Walsh!

Sementara sumber daya manusia (SDM) yang ada, tidak dimanfaatkan dengan baik lantaran minimnya fasilitas yang tersedia.

“Kalau kunjungannya cuma 100 pasien per hari, saya pikir masih bisa tercover dengan memaksimalkan layanan puskesmas-puskesmas di wilayah sekitar,” tegas Kholid.

“Mestinya dimaksimalkan dulu RSUD yang ada. Karena membangun RSUD memakan biaya puluhan bahkan ratusan miliar,” tandas Kholid.

Iklan - Scroll kebawah untuk melanjutkanspot_img
RELATED ARTICLES

Populer