Birokrasi

Puluhan SPPG di Tangsel Kena Suspend, BGN Lakukan Pembenahan Besar

POSRAKYAT.ID – Koordinator Wilayah BGN Tangerang Selatan Nindy Sabrina menjelaskan, bahwa penghentian sementara atau suspend kepada puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan.

Menurutnya, langkah tersebut bukan merupakan penutupan permanen, melainkan kesempatan bagi pengelola untuk melakukan perbaikan.

“Jadi suspend ini, bukan pemberhentian. Tapi untuk pemberhentian operasional sementara, untuk pembenahan,” ujar Nindy kepada wartawan, pada Kamis 11 Juni 2026.

Nindy mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 20 SPPG yang masih berstatus suspend di Tangerang Selatan (Tangsel). Selain itu, enam SPPG lainnya sedang dalam proses pencabutan suspend, setelah melakukan perbaikan sesuai ketentuan.

“Kalau suspend ada, hingga hari ini ada. Yang masih suspend 20 SPPG, enam sedang melakukan pencabutan, jadi total sebenarnya 26,” jelasnya.

Lebih lanjut, sambung Nindy, BGN kini mengubah fokus program, daripada mengejar jumlah dapur yang beroperasi. BGN ingin memastikan kualitas layanan kepada masyarakat, lebih maksimal.

“Kalau sekarang, dari segi sasaran memang sudah berubah bukan peserta didik lagi, tapi lebih ke 3B, Bumil, Busui, Balita. Karena memang pencegahan stunting itu ada di 3B, bukan di pelajar,” jelasnya.

Untuk memastikan kesiapan setiap dapur, lanjut Nindy, BGN juga menerapkan surat ready operational. Melalui mekanisme tersebut, setiap SPPG wajib memenuhi sejumlah persyaratan sebelum beroperasi, termasuk aspek infrastruktur dan standar kebersihan.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menilai, fokus program MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sejalan dengan upaya pencegahan stunting, seperti dalam program pemerintah daerah.

Menurutnya, penanganan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan hingga masa awal pertumbuhan anak. Karena itu, pemenuhan gizi ibu hamil dan ibu menyusui menjadi faktor yang sangat penting.

“Kalau menangani stunting ya, itu bicara ibu hamil dan ibu menyusui. Tapi bisa menyusui dengan baik, gizinya harus baik. Kalau ibunya kekurangan nutrisi, kekurangan gizi, ya pasti hasil ASI-nya pun tidak akan baik,” ujarnya.

Dengan adanya pembenahan oleh BGN, harap Pilar, seluruh SPPG di Tangerang Selatan (Tangsel) dapat memenuhi standar.

Dion Prasetyo

Recent Posts

Dinas Pendidikan Kota Tangerang Tanggapi Temuan LHP BPK

POSRAKYAT.ID - Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar menyatakan, pihaknya telah menindaklanjuti temuan Laporan…

2 hari ago

Pesan Ketua KONI Tangerang Selatan Untuk Atlet Taekwondo

POSRAKYAT.ID - Ketua KONI Tangerang Selatan Mahludin menyatakan, pihaknya mendukung setiap agenda kejuaraan-kejuaraan Taekwondo, sebagai…

3 hari ago

Polsek Karawaci Amankan Dua Oknum DC, Ini Kata Kapolsek

POSRAKYAT.ID — Polsek Karawaci mengamankan dua oknum debt collector (DC) dalam kasus dugaan pemerasan dan…

4 hari ago

Perkuat Pengawasan, Bea Cukai Tangerang Tindak Jutaan Hasil Tembakau Ilegal

POSRAKYAT.ID – Bea Cukai Tangerang, terus memperkuat pengawasan terhadap peredaran barang kena cukai ilegal di…

5 hari ago

Peringati Hari Pelanggan, Wali Kota Tangerang Singgung Kolaborasi Pelayanan Air Bersih

POSRAKYAT.ID - Wali Kota Tangerang Sachrudin mengungkapkan, dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, pihaknya mendorong…

5 hari ago

Wujudkan Usulan Musrenbang, Dinas Perkimta Tangsel Gandeng Masyarakat Awasi Pembangunan

POSRAKYAT.ID – Kepala Dinas Perkimta Tangsel Aries Kurniawan mengatakan, keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan hasil…

5 hari ago

This website uses cookies.