Rakyat Bicara

Soroti Setahun Kinerja Budi-Agis, Mahasiswa Serang Raya Tuntut Evaluasi Pembangunan Daerah

POSRAKYAT.ID – Ketua Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Aji Maulana mengungkapkan, setahun kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang (Budi-Agis) perlu mendapat evaluasi secara menyeluruh, khususnya terhadap arah pembangunan daerah.

Menurutnya, tingginya angka kemiskinan, rendahnya keterbukaan lapangan pekerjaan, hingga minimnya Pendapatan Asli Daerah, menunjukkan kinerja Budi Rustandi dan Nur Agis Aulia belum berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

“Data BPS tahun 2025, menunjukkan angka kemiskinan Kota Serang sebesar 5,51 persen. dengan garis kemiskinan Rp556.702 per kapita per bulan. Angka tersebut, mengindikasikan pertumbuhan ekonomi yang terjadi belum sepenuhnya bersifat inklusif. Belum mampu menghadirkan distribusi kesejahteraan yang merata,” ujar Aji Maulana.

Aji juga menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, masih mengandalkan dana transfer dari Pemerintah Pusat. Hal itu, lanjutnya, Pemkot masih minim inovasi dalam mengembangkan potensi pendapatan di wilayah.

“Ketergantungan yang tinggi terhadap transfer pusat, berpotensi menghambat realisasi program
pembangunan. Ini (ketergantungan) mengurangi fleksibilitas kebijakan daerah, dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Berangkat dari keseluruhan analisis tersebut, beber Aji, EK LMND Serang Raya menuntut,
bahwa pembangunan Kota Serang harus berorientasi pada perluasan kesempatan kerja bagi warga lokal, pengentasan kemiskinan yang terukur, optimalisasi PAD yang progresif, dan penghapusan anak tidak sekolah yang angkanya masih cukup tinggi.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif KPN, Adib Miftahul mengatakan, sejak dilantik Februari 2025 lalu, Wali Kota Serang dan Wakilnya, masih terlihat gagap dalam membawa arah pembangunan Ibu Kota Provinsi Banten itu.

Adib menganggap, pasangan Budi Rustandi dan Nur Agis Aulia tidak memiliki desain dalam membangun Kota yang bertajuk Bertaqwa itu. “Lebih cocok jadi tukang bangunan,” tegas Adib, Rabu 14 Januari 2026.

Menurut Adib, Kader Gerindra itu, belum menjadi pemecah masalah bagi masyarakat Kota Serang. “Serang sekarang banjir, jalan rusak, arah pembangunannya juga enggak jelas. Padahal Ibu Kota Provinsi Banten,” bebernya.

Sebagai penentu kebijakan, sambungnya, Budi Rustandi harus mengarahkan kebijakan pembangunan yang pro terhadap publik.

Adib menyatakan, program-program pencitraan, justru akan membawa gambaran buruk bagi pasangan Budi Rustandi dan Nur Agis Aulia.

“Masyarakat enggak perlu program-program pencitraan. Kebijakan-kebijakan pencitraan itu, cuma bikin dia keliatan kerja aja, padahal enggak punya solusi buat permasalahan masyarakat Kota Serang,” bebernya.

Ari Kristianto

Recent Posts

DJBC Provinsi Banten Dorong UMKM Siap Ekspor Lewat Sekolah Jawara Ekspor

POSRAKYAT.ID – DJBC Kantor Wilayah (Kanwil) Provinsi Banten, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan UMKM…

3 hari ago

Penghargaan Pemkot Tangsel Jadi Stimulan Enam Kelurahan Terbaik Soal Musrenbang

POSRAKYAT.ID – Kepala Bappelitbangda Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Fuad mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) memberikan penghargaan…

4 hari ago

RKPD 2027, Pemkot Tangerang Selatan Sibuk Wacana?

POSRAKYAT.ID - Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) akan memformulasikan Rencana…

4 hari ago

KSAP DPR RI Lakukan Studi Tiru WBBM ke Bea Cukai Banten

POSRAKYAT.ID – Biro Kerja Sama Antar Parlemen dan Organisasi Internasional (KSAP OI) Dewan Perwakilan Rakyat…

4 hari ago

Evaluasi Kinerja Sekolah, Soroti Kasus Kekerasan Anak di Tangerang Selatan

POSRAKYAT.ID - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Deden Deni menyatakan, pihaknya terus…

5 hari ago

Arief Muhammad Mentori Ratusan Pelaku Ekraf Tangerang Selatan, Pilar: Jadi Goal-nya RPJMD

POSRAKYAT.ID - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan menyatakan, keberhasilan ekonomi kreatif…

7 hari ago

This website uses cookies.