Minggu, Juni 16, 2024

Gubernur Jatim Angkat Bicara Soal Kanjuruhan Malang

POSRAKYAT.ID – Tragedi Kanjuruhan Malang yang memakan korban hingga ratusan jiwa, membuat Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawangsa angkat bicara.

Pihaknya berjanji akan mengusut tuntas, bekerja sama dengan otorita pusat dan daerah. Khofifah memastikan, investigasi penyebab tragedi tersebut, akan dilakukan secara maksimal.

Termasuk para korban, sambung Khofifah, baik yang meninggal dunia, luka berat, maupun luka ringan mendapatkan pelayanan yang terbaik.

“Yang ingin saya sampaikan bahwa hadirnya pejabat  pemerintah pusat penanda kuatnya komitmen melakukan investigasi hingga tuntas terkait  insiden di Kanjuruhan,” tegas Khofifah, ditulis Selasa 4 Oktober 2022.

Kami bersama-sama akan fokus, dan memastikan bahwa pelayanan terbaik diberikan pada para korban insiden Kanjuruhan baik yang meninggal dunia, luka berat maupun luka ringan,” sambungnya.

Ia juga menegaskan bahwa yang masih dirawat di rumah sakit, semua biaya perawatan ditanggung oleh pemerintah.

Sehingga dipastikan bahwa mereka yang tengah menjalani perawatan tidak mengalami kendala khususnya biaya.

“Seluruh layanan kesehatan yang diberikan untuk para korban insiden Kanjuruhan, baik yang ada di rumah sakit di Kabupaten Malang, Kota Malang, RS Saiful Anwar milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, semua atas tanggungan pemerintah,” ungkap Khofifah.

Baca Juga :  'Buka-bukaan' Soal Kanjuruhan, Komnas HAM Ungkapkan Ini

Tak hanya itu, Gubernur Khofifah menyampaikan, Pemprov Jawa Timur juga telah memberikan santunan takziah secara bertahap  bagi korban meninggal dunia masing-masing sebesar Rp 10 juta.

“Kita akan mempercepat agar santunan takziyah segera diterima oleh keluarga ahli waris. Bagi yang meninggal dunia Pemprov telah menyampaikan bertahap secepat mungkin untuk memberikan santunan takziyah, masing-masing Rp10 juta,” tutur Khofifah.

Kalau warga Kota Malang, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Malang juga memberikan Rp10 juta. Kalau warga Kabupaten Malang maka dari Pemkab Malang Rp10 juta dan dari Bank Jatim Rp5 juta,” jelas Khofifah lagi.

“Dan untuk yang luka berat kami memberikan tambahan untuk keluarga sebesar Rp5 juta,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Pemprov Jatim juga akan mengawal pengusutan tuntas terkait penyebab insiden Kanjuruhan yang dilakukan oleh jajaran terkait.

Sebab insiden ini menjadi duka mendalam tak hanya bagi Jatim, tapi juga duka sepak bola Indonesia.

Baca Juga :  Kebocoran Gas di Karawaci, Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

Secara khusus Gubernur Khofifah juga mengajak masyarakat Jatim untuk melakukan salat ghaib untuk para korban yang meninggal dunia.

Salat ghaib bisa dilakukan secara terkoordinir oleh masing-masing elemen masyarakat untuk mendoakan agar mereka yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Secara khusus saya mengajak seluruh warga Jawa Timur untuk menyempatkan salat ghaib bagi para korban insiden Kanjuruhan yang meninggal dunia. Kita doakan bersama mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tandas Khofifah.

Diketahui, sejumlah pejabat seperti Menko PMK Muhadjir Efendy, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI) Zainudin Amali, Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Ketua Umum  PSSI Mochamad Iriawan, hadir ke Jatim untuk menindaklanjuti tragedi Kanjuruhan Malang.

Mereka meninjau kondisi Stadion Kanjuruhan dan RSUD Kanjuruhan Malang, takziyah ke keluarga korban meninggal dunia, serta menjenguk para korban yang masih dirawat di rumah sakit.

Iklan - Scroll kebawah untuk melanjutkanspot_img
SUMBERPMJNews
RELATED ARTICLES

Populer