Minggu, Juni 16, 2024

Produk Tangerang Selatan Sasar Negeri Kincir Angin

POSRAKYAT.ID – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan menyebut, produk sepatu buatan PT Pratama Abadi di kawasan Serpong Utara (Serut) menyasar Negeri Kincir Angin atau Belanda.

Sedikitnya, 6700 pasang sepatu, siap diekspor ke Heijen, Limburg, Belanda.

Bersama Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas), Pilar menyatakan terus mengembangkan upaya-upaya dukungan kepada usaha padat karya, termasuk pengembangan produk-produk Tangerang Selatan, setelah dihantam badai Covid-19.

“Kami sedang mengembangkan terus, bagaimana para pelaku usaha ini dapat bertahan dan juga para pelaku usaha ini terus mengekspor barang-barangnya hingga ke luar negeri,” kata Pilar dalam keterangan resminya, ditulis Rabu 14 September 2022.

Selain itu, Pilar  mengapresiasi dan menyampaikan kebanggaannya atas ekspor ribuan pasang sepatu yang dilakukan oleh pabrik yang terletak di Kecamatan Serut ni.

Baca Juga :  Dapat 18 Miliar, Penggunaan Dana Hibah KPU Tunggu Regulasi

Terlebih, pihaknya berharap dapat memberikan dampak yang luar biasa, baik untuk devisa negara, dan juga perekonomian di Tangsel.

“Kami, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel turut bangga, bagaimana PT Pratama Abadi bersama PT Nike Indonesia mengirimkan 6.700 pasang sepatu hingga ke Belanda. Mudah-mudahan ini dapat membantu perekonomian,” ungkapnya.

Sementara itu, Mendag Zulhas mengatakan bahwa, industri padat karya sangat penting bagi Indonesia. Menurutnya, industri ini akan banyak menyerap tenaga kerja yang akan membantu dampak perekonomian.

“Industri padat karya sangat penting buat kita, contohnya perusahaan ini bisa menyerap total puluhan ribu pekerja Indonesia. Kami pemerintah mendukung sekuat tenaga agar industri padat karya ini bertahan dan berkembang,” kata Zulhas.

Baca Juga :  Harga Minyak Dunia Turun, Pertamax Jadi 12800

Zulhas menambahkan, pihaknya pun berjanji akan membantu memperluas ekspor alas kaki buatan Indonesia. Termasuk menghasilan perjanjian dagang dengan berbagai negara.

“Kami siapkan tollwaysnya, agar dapat mempercepat perjanjian dagang antara Indonesia dengan Uni Eropa. Dan sekarang kita buka pasar baru ke UEA, lalu bisa ke Eropa Timur dan Asia Tengah, lalu meluas lagi kita ke Afrika, karena Afrika jumlah manusianya sampai 1 Miliar, itu potensi pasar ekspor kita,” pungkasnya.

Iklan - Scroll kebawah untuk melanjutkanspot_img
RELATED ARTICLES

Populer