Rakyat Bicara

Efek Penyesuaian BBM, Harga Cabe-cabean di Ciputat Mulai Naik

POS RAKYAT – Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Ciputat (P3C) Yuli Sarlis menyebut, harga cabai mulai merangkak naik.

“Informasi dari pedagang di Pasar Ciputat, yang naik komoditas cabe-cabean. Cabe merah, cabe hijau. Pokoknya cabe-cabean mulai naik,” terang Yuli saat dikonfirmasi posrakyat.id, ditulis Jumat 9 September 2022.

Yuli menyebut, selain cabai, komoditas lainnya belum tampak adanya kenaikan harga. Justru, telur diinfokan turun.

“Telur malah turun. Kalau yang lain, bahan pokok yang lainnya masih standar. Belum naik,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindag Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Endang menyatakan, pihaknya akan melakukan operasi harga di pasar-pasar.

Operasi pasar tersebut, imbuhnya, akam dilakukan oleh Bidang Pengawasan Disperindag Kota Tangsel.

“Kayaknya bakal ada (operasi pasar). Nanti ada di bidangnya Pak Ghazali. Coba konfirmasi aja ke beliau,” ungkap Endang.

Hingga kini, Al Ghazali selalu Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga belum dapat dikonfirmasi soal wacana operasi pasar.

Diberitakan sebelumnya, Rowi (46) salah seorang pedagang kelontong di Pasar Serpong mengaku, beberapa bahan pokok belum tampak berpengaruh dengan kenaikan BBM, layaknya telur.

“Telur memang musiman yah dan naiknya juga sebelum BBM naik dari harga Rp 30.000 ribu sampai menyentuh Rp. 32.000 ribu per kilonya,” kata Rowi, Selasa 6 September 2022.

Selain telur, tepung terigu juga sempat melonjak sebelum BBM naik. Pihaknya, mengaku pasrah pada kebijakan pemerintah saat ini.

“Indomie bisa naik dua kali lipat, cuma masih isu saja dan itu mempengaruhi dari harga terigu. Pemerintah harusnya mementingkan kemauan rakyat, karena kalau naik rakyat kena juga khususnya rakyat kecil. Kita mah pasrah aja,” imbuhnya.

Dilokasi yang sama pedagang cabai Furkon (30) menjelaskan dampak dari kenaikan BBM sangat mempengaruhi baginya.

Menurutnya, walapun belum ada ke naikan harga, tetapi cuma cabai keriting yang harganya masih belum stabil.

“Berpengaruh sekali, sampai-sampai bensinnya ga kebeli, cabe keriting 50-100 perkilo, yang lainnya masih standar,” katanya.

“Saya ngikutin alur aja dah, sama ajah naik ngga naik makanya ngikutin alur ajah,” tambahnya.

Ari Kristianto

Recent Posts

Hadapi Porprov, PBFI Kota Bogor Sambangi Tangerang Selatan

POSRAKYAT.ID — Ketua Perkumpulan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) Kota Bogor Gina Agustin Fitriani mengatakan,…

2 hari ago

Pungutan Pajak Toko Modern di Kota Tangerang Disorot, Komisi III DPRD Kompak Bungkam

POSRAKYAT.ID — Pungutan pajak reklame di Kota Tangerang masih mendapat sorotan. Adanya dugaan manipulasi laporan…

3 hari ago

Persempit Celah Korupsi di Tangsel, KPK Dorong Pemerintah Daerah Bangun Sistem dan Integritas

POSRAKYAT.ID — Dalam pemaparan literasi keluarga berintegritas di Tangsel, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK…

5 hari ago

Oknum Jaksa di Banten Diduga Edarkan Barang Bukti Narkoba, Ini Kata Pengamat Hukum

POSRAKYAT.ID - Kabar tak sedap beredar di Instansi Kejaksaan, di mana beredar informasi adanya oknum…

5 hari ago

Perumdam TKR Kabupaten Tangerang Lakukan Langkah Preventif, Jaga Kualitas Air di Musim Kemarau

POSRAKYAT.ID - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang, melakukan…

5 hari ago

Komisi Pemberantasan Korupsi Singgung Gaya Hidup ASN Saat Sambangi Tangsel

POSRAKYAT.ID - Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Kunto Ariawan…

6 hari ago

This website uses cookies.