Senin, April 20, 2026

Evaluasi Si Benteng Kota Tangerang Cuma Wacana?

POSRAKYAT.ID – Direktur Perseroda Tangerang Nusantara Global (TNG) Muhamad Rijal mengatakan, setelah mendapatkan evaluasi dan kritik dari DPRD Kota Tangerang, pihaknya masih terus membenahi pengelolaan Si Benteng.

Meski telah melakukan beberapa perubahan pada angkutan Si Benteng, namun Rijal belum dapat membeberkan perubahan signifikan pada transportasi umum milik Kota Tangerang itu.

“Sekarang kita udah ada CCTV, ada juga alat digital. Artinya dari situ sudah langsung berubah terkait dengan load factor dan penggunaan penumpang,” ujar Rijal kepada wartawan, ditulis Senin 20 April 2026.

Rijal juga menyatakan, soal wacana peralihan fungsi Si Benteng untuk menjadi angkutan antar jemput sekolah, Perseroda TNG telah melaksanakan hal itu sejak menggratiskan Si Benteng.

Baca Juga :  Ibnu Jandi Minta Perda Perumda Direvisi, Sebut Pemkot Tangerang Konyol

“Kalau angkutan sekolah sudah berjalan. Sekarang angkutan sekolah kan gratis menggunakan Si Benteng. Ada juga SD mungkin yang sudah menggunakan yang dekat-dekat mungkin ya. Kemudian SMP, SMA gitu kan, yang kuliah, monggo silakan,” jelasnya.

Rijal mengaku, setiap evaluasi dari berbagai elemen terkait pengelolaan Si Benteng, menjadi masukan yang membuat pihaknya terus bebenah.

“Kalau bicara menyempurnakan, berarti kan tahapannya ke arah sana, (ke arah) kesempurnaan gitu ya. Tapi kan hal-hal yang memang masih kurang akan kita perbaiki. Ini menjadi acuan kami. Memang mata kepala kami kan cuma ada dua,” tegas Rijal lagi.

Perseroda TNG, lanjut Rijal, masih perlu mendapat masukan, terkait pengelolaan Si Benteng dan Bus Tayo, di Kota Tangerang. “Kami enggak bisa defense. Karena defense ini adalah sesuatu yang membela diri. Walaupun memang yang kami lakukan adalah bagaimana terus mengevaluasi,” bebernya.

Baca Juga :  Coklit Capai 98 Persen, DPT di Kota Tangerang Bertambah 22 Ribu

Sebelumnya, Anggota DPRD Kota Tangerang Saiful Milah, menyinggung kinerja Perseroda Tangerang Nusantara Global (TNG) selaku BUMD, yang sangat lemah dalam mengawasi pihak ketiga, yang mendapat amanat menjalankan Si Benteng.

“Nah kenakalan dulu mereka ini, masih ada tuh mobil yang digantung roda belakangnya, supaya kilometernya jalan, mesin mereka hidupin,” ungkap Saiful Milah.

Iklan - Scroll kebawah untuk melanjutkanspot_img
RELATED ARTICLES

Populer