Birokrasi

Bea Cukai dan APKB Bahas Tantangan Kawasan Berikat dalam Kaban Mendengar

POSRAKYAT.ID – Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Provinsi Banten menggelar forum diskusi bersama Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB), terkait tantangan-tantangan yang dihadapi para pengusaha, di forum Kaban Mendengar, Rabu, 20 Mei 2026 kemarin.

Hadir 47 perwakilan perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat, dan juga pengurus APKB Indonesia. APKB, merupakan organisasi yang menjadi wadah bagi perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Kepala Kanwil Bea Cukai (DJBC) Provinsi Banten Ambang Priyonggo menyampaikan, kegiatan ini merupakan wujud komitmen Bea Cukai dalam membangun komunikasi aktif, sekaligus mendengarkan aspirasi para pengguna jasa, khususnya di wilayah kerja Kanwil DJBC Banten.

“Melalui forum ini, kami ingin mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi, dan tantangan. Serta kondisi perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat, terutama di masa sekarang yang penuh tantangan,” ujar Ambang.

Dalam forum Kaban Mendengar tersebut, para pengusaha menyampaikan berbagai pertanyaan dan masukan.

Para pelaku usaha juga menyampaikan sejumlah tantangan dalam pelaksanaan fasilitas Kawasan Berikat. Mulai dari dinamika operasional, kebutuhan layanan, hingga penyesuaian terhadap ketentuan kepabeanan yang terus berkembang.

Bea Cukai menghadirkan perwakilan dari berbagai unit kerja. Dari Kantor Pusat DJBC, hadir Yetty Yulianty selaku Kepala Subdirektorat Tempat Penimbunan Berikat.
Dari Kanwil DJBC Banten, hadir Iwan Agung Kusuma Pranata, selaku Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai.

Sementara itu, perwakilan kantor pelayanan dihadiri oleh Hendra Hutabarat selaku Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai VIII KPPBC TMP A Tangerang. Serta Mohammad Anhar Deni Purnama, selaku Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V KPPBC TMP Merak.

Ketua APKB Provinsi Banten Iwa Koswara, menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai Banten, atas terselenggaranya forum diskusi tersebut.

Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi sarana penting untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara Bea Cukai dan pelaku usaha di bidang Kawasan Berikat.

Melalui kegiatan Kaban Mendengar, Bea Cukai Banten membuka ruang dialog yang konstruktif. Dalam rangka menciptakan pelayanan kepabeanan dan cukai yang semakin responsif, dan adaptif.

Ari Kristianto

Recent Posts

Tuding Sebabkan Banjir, AAPP Desak Pemkot Tangerang Tinjau Izin PT Duta Abadi Primantara

POSRAKYAT.ID — Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Aktivis Peduli Pesantren (AAPP) mendesak Pemerintah Kota…

8 jam ago

KMB UMJ Lantik Pengurus Baru, Dorong Pemuda Betawi Melek Tantangan Global

POSRAKYAT.ID — Keluarga Mahasiswa Betawi Universitas Muhammadiyah Jakarta (KMB UMJ) resmi melantik jajaran pengurus periode…

1 hari ago

Konsolidasi Aslinmas Kota Tangerang, Perkuat Sinergi Masyarakat di Lingkungan

POSRAKYAT.ID — Asosiasi Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) Kota Tangerang, memperkuat konsolidasi organisasi, untuk meningkatkan peran anggota…

6 hari ago

Tangsel Entrepreneur Hub 2026 Dorong UMKM Naik Kelas

POSRAKYAT.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah…

1 minggu ago

Customs Goes to Campus, Bea Cukai Banten Bahas Perdagangan Internasional

POSRAKYAT.ID – Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Banten, menyelenggarakan Customs Goes to Campus (CGTC) pada…

2 minggu ago

Vermont Hills Hadir dengan Wajah Baru, Tawarkan Hunian Berkonsep Resort di Serpong

POSRAKYAT.ID – Pandega Desain Weharima (PDW) Architecture, menghadirkan wajah baru kawasan hunian Vermont Hills yang…

2 minggu ago

This website uses cookies.