POSRAKYAT.ID – Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Banten Pilar Saga Ichsan, meminta agar persepakbolaan di Kota Tangerang Selatan, dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), yang akan terlaksana November 2026 mendatang.
Mencetak bibit baru, sambung Pilar, dan mempersiapkan berbagai penguatan pada lini sepak bola, menjadi tanggung jawab yang serius bagi PSSI Kota Tangerang Selatan.
“Untuk bagaimana mensolidkan PSSI Kota Tangerang Selatan ke depan. Dalam rangka persiapan Porprov, karena kita sebagai tuan rumah. Kemudian juga terkait pembinaan usia dini,” ucap Pilar, Kamis 7 Mei 2026.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) itu juga menitipkan pesan, agar Ketua Askot PSSI Tangsel mempersiapkan secara matang, dalam rangka Festival U-10 dan U-12.
“Mempersiapkan Festival U-10 dan U-12 tingkat Provinsi Banten, dari tingkat kota dan kabupaten. Saya minta dipersiapkan dengan baik. Karena jenjang kompetisinya berlangsung mulai bulan ini sampai Juni nanti,” tegas Pilar lagi.
Untuk pertandingan sepak bola untuk gelaran Porprov Banten, Pemerintah Kota dan KONI, telah mempersiapkan Lapangan Kodiklat TNI, sebagai lapangan pertandingan.
“Kemarin dari Kodiklat juga ingin terlibat. Setelah kita survei, ternyata standarnya mencukupi. Maka dari itu kita ajak Kodiklat, untuk berkolaborasi. Insyaallah sekitar 90 persen venue sepak bola akan menggunakan Kodiklat TNI,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Askot PSSI Tangerang Selatan, Erlangga Yudha Nugraha menyebut, terkait persiapan menghadapi Festival U-10 dan U-12, pihaknya menargetkan rampung di bulan ini.
“Saat ini rancangan kompetisinya juga sudah kami susun. Final U-10 serta U-12 rencananya berlangsung pada 24 Mei mendatang,” kata Erlangga Yudha Nugraha kepada wartawan.
Saat ini, sambung Angga sapaan akrabnya, PSSI tengah mempersiapkan beberapa agenda. “Kami memang menghadapi beberapa agenda sekaligus seperti Porprov, Popda, Piala Presiden,” jelasnya.
Namun secara jadwal sudah kita sesuaikan dengan penyelenggaraan masing-masing kompetisi supaya tidak bentrok. Jadi pembinaan atlet dan pemain bisa terus berjalan secara berkesinambungan,” tambah Angga lagi.

