Sabtu, Juni 22, 2024

Belasan Stafsus, Gen Tangsel: Kerja Apa Cari Muka?

POSRAKYAT.ID – Menanggapi fenomena banjir yang kerap terjadi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Ketua Gen Tangsel Musal As’ari menyinggung kinerja kepala daerah, hingga staf khusus (stafsus) yang mendampingi Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

“Wali Kota dan Wakil Wali Kota itu, selain dibantu organisasi perangkat daerah (OPD), mereka juga dibantu stafsus. Infonya ada belasan stafsus. Masa persoalan banjir aja ngga kelar-kelar. Mereka itu kerja atau cuma cari muka?” tegas Moses sapaan akrab Musal As’ari, Selasa 27 September 2022.

Moses juga meminta kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota, agar memikirkan solusi dan segera mengambil sikap dalam mengantisipasi banjir tersebut.

Hal itu, sambungnya, sebagai bentuk tanggung jawab kepala daerah, untuk mengurangi beban masyarakat.

“Kebayang ngga, yang kena banjir tiap dua hari sekali? Harus angkut barang, belum lagi barangnya rusak. Kepala daerah harus kerja cepat, berikan solusi buat banjir yang sekarang malah sering banget,” ungkap Moses.

Baca Juga :  DPKP Kabupaten Tangerang Bahas Sanitasi Pasar Tradisional

Coba itu, Stafsus yang di gedung Pemerintah Kota (Pemkot), buat yang membidangi, bantu pemikiran dan solusinya buat masyarakat yang kebanjiran. Jadi harapannya mereka harus turun, dan memberikan solusi, jangan cuma terima gaji, tanpa prestasi,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Ferdiansyah mendorong, agar Pemerintah Kota (Pemkot) membuka komunikasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, dalam mengatasi problema banjir yang seringkali terjadi.

Menurutnya, beberapa lokasi yang terendam banjir, layaknya jalan-jalan protokol, baik milik Pemprov Banten ataupun Pusat, harus segera diberikan solusi secara bersama.

“Kejadian ini bukan sekali dua kali terjadi, banjir masih menjadi momok serius bagi masyarakat khususnya wilayah-wilayah yang selalu terdampak banjir. Masalah-masalah ini tidak hanya bisa di kerjakan oleh satu pihak saja,” kata Ferdiansyah, dalam rilis yang diterima posrakyat.id, ditulis Sabtu 24 September 2022.

Baca Juga :  Eka Nistorini: Volunter Kemanusiaan dari Ciputat Timur

Buruknya drainase, tegas Ferdiansyah, serta penyempitan aliran sungai karena adanya pembangunan yang masif, membuat beberapa ruas jalan tergenang. Terlebih, tambahnya, dengan curah hujan yang cukup tinggi, seperti yang terjadi pada Jumat 23 September 2022 kemarin.

“Hal ini terus menerus terjadi dikarenakan beberapa hal. Drainase yang tidak berfungsi secara maksimal, menyempitnya aliran air di sungai karena adanya pembangunan, tersumbatnya saluran air karena sampah, bahkan mungkin masih ada beberapa wilayah yang belum memiliki drainase yang layak,” tegas Ferdiansyah.

Harus kerjasama dengan pihak lainnya terutama jika jalan dan drainase yang ada menjadi kewengan Pemprov maupun Pusat. Maka dari itu komunikasi dan koordinasi yang baik serta kerja sama antar pihak menjadi sangat diperlukan,” sambung Ferdiansyah.

Iklan - Scroll kebawah untuk melanjutkanspot_img
RELATED ARTICLES

Populer