POSRAKYAT.ID — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkom Digi), Angga Raka Prabowo meninjau, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Grab dan OVO di Sekolah Khusus Negeri 01, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Kamis 15 Oktober 2026.
Program yang berkolaborasi dengan Yayasan Inklusi Pelita Bangsa tersebut, menyasar anak-anak berkebutuhan khusus. Selain menggunakan dana CSR, program ini memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pemesanan, pengiriman, dan pelaporan makanan.
Angga mengatakan, pelaksanaan program prioritas pemerintah tidak hanya bergantung pada pembiayaan negara. Perusahaan dan yayasan juga dapat berkontribusi melalui program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ini adalah bukti sinergi bahwa program prioritas pemerintah tidak hanya dilakukan oleh pemerintah. Teman-teman yang berusaha di Indonesia, perusahaan-perusahaan, atau yayasan-yayasan yang memiliki kepedulian juga paham bahwa pentingnya program ini,” kata Angga.
Sementara itu, CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, program MBG tersebut merupakan bagian dari komitmen Grab dan OVO bersama Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, untuk mendukung pemenuhan gizi anak berkebutuhan khusus melalui dana CSR perusahaan.
Neneng menjelaskan, program tersebut telah berjalan sejak April 2025 dan terus berlanjut hingga saat ini. Ia berharap, kolaborasi tersebut dapat terus berlangsung untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus memperoleh makanan bergizi.
“Jadi kami menggunakan dana CSR untuk memberikan MBG kepada adik-adik yang berkebutuhan khusus. Kami sudah laksanakan ini dari April 2025. Konsisten terus berlangsung sampai sekarang dan insya Allah seterusnya,” ujar Neneng.
Terpisah, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan menyampaikan apresiasi, atas perhatian Wamenkomdigi terhadap pelaksanaan MBG bagi anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah tersebut.
Menurutnya, kunjungan itu menjadi penyemangat bagi para siswa. Sekaligus memberikan gambaran langsung mengenai mekanisme pendistribusian makanan yang berbeda dari skema SPPG pada umumnya.
Ia juga menyebut, Pemerintah Kota Tangsel mendukung kebutuhan mobilitas siswa berkebutuhan khusus melalui penyediaan dua bus sekolah gratis untuk mengantar dan menjemput mereka.
Terkait keberlanjutan program, ucap Pilar, Grab dan OVO berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan. “Alhamdulillah dengan adanya MBG di SKH ini anak-anak terbantu ya untuk makan setiap harinya. Orang tua juga lumayan bisa mengurangi apa namanya beban belanja makanan seperti itu yang ada tiap hari,” jelasnya.

