Selasa, Mei 12, 2026

Direktur Utama Perumda TB Tantang Masyarakat Beri Kritik dan Pengawasan

POSRAKYAT.ID — Direktur Utama Perumda Tirta Benteng (TB) Doddy Effendy mengaku, setiap kegiatan yang terlaksana pada tubuh BUMD Kota Tangerang itu, dilakukan secara transparan.

Bahkan, sambungnya, agenda-agenda pengadaan pada Perumda, selalu mendapatkan pendampingan dari lembaga-lembaga seperti BPKP, BPK, hingga Kejaksaan Negeri Kota Tangerang.

“Selain juga pendampingan dari konsultan independen, Perumda Tirta Benteng (TB) pun meminta review dan pendampingan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Banten, sebagai Lembaga Akuntan Negara, hingga Kejaksaan,” ucap Direktur Utama pada rilisnya, ditulis Selasa 12 Mei 2026.

Doddy bahkan meminta agar masyarakat juga memberi pengawasan, masukan, dan kritik pada kinerja perusahaan daerah yang bergerak di bidang air bersih tersebut.

Baca Juga :  Ngeri! Penyimpanan Obat Kedaluwarsa Bercampur di RSU Kota Tangerang

Ia mengaku tidak alergi terhadap masukan, selama bersifat objektif pada kinerja perusahaan. “Perumda Tirta Benteng tetap terbuka terhadap masukan, kritik, maupun pengawasan dari masyarakat dan berbagai pihak,” tegasnya.

Sepanjang objektif, proporsional, dan berdasarkan data yang utuh. Agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat,” tutup Doddy.

Sebelumnya, kinerja Perumda Tirta Benteng mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Soal deviden, hingga pengadaan barang dan jasa yang terkesan tertutup dari publik.

Seperti yang tertera pada surat seruan aksi Gerakan Mahasiswa Tangerang (GMT), beberapa waktu lalu.

Dugaan ‘bancakan’ itu, dalam surat GMT, manakala adanya ketidaksinkronan data, usai Perumda Tirta Benteng menerima puluhan ribu pelanggan dari Tirta Kerta Raharja.

Baca Juga :  Ogah Numpang, DPRD Kota Tangerang Dorong Pembangunan Gedung Parlemen

Dalam data Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), menunjukkan anomali <span;>pendapatan yang tidak wajar sepanjang 2014-2024, menunjukkan ketidaksesuaian mencolok.

Pada 2014 target dividen Rp3 miliar, hanya terealisasi Rp1 miliar. Bahkan pada 2022, saat target Rp3 miliar, capaian anjlok drastis menjadi Rp459,8 juta.

Iklan - Scroll kebawah untuk melanjutkanspot_img
RELATED ARTICLES

Populer