POSRAKYAT.ID – Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel dr. Allin Hendarlin mengungkapkan, pihaknya telah berhasil melakukan terobosan program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J).
Menurutnya, dengan program tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel melalui Dinas Kesehatan, mendorong Tangerang Selatan bebas jentik, dan menurunkan kasus demam berdarah dengue (DBD), di masyarakat.
“Hasilnya sangat impresif. Sejak tahun 2023 hingga Juni 2026 ini, Kota Tangerang Selatan sukses mempertahankan status nol kasus kematian (zero death) akibat DBD. Keberhasilan mempertahankan zero death ini, merupakan upaya dari semua pihak termasuk kewilayahan,” ungkap Allin Hendarlin.
Lebih lanjut, Allin menegaskan bahwa penanggulangan DBD di Tangsel bertumpu pada tiga dasar kebijakan, yaitu mengutamakan pencegahan melalui pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan teknologi, dan pengawasan terpadu.
“Selain itu, kita terapkan sistem pemantauan berlapis. Pemeriksaan jentik dadakan setiap 3 bulan sekali oleh Pokjanal DBD Kota Tangerang Selatan,” bebernya lagi.
Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) optimis target besar untuk mewujudkan Kecamatan Bebas Jentik pada tahun 2030 dapat tercapai secara berkesinambungan.
Pihaknya mengingatkan pentingnya kesadaran individu dengan menyuarakan tagline pencegahan DBD Kota Tangsel. “Yaitu jangan bilang peduli DBD kalau belum melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumah sendiri,” tegas Allin.
Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengaku, data kasus DBD di wilayah tampak menurun. “Tadi disampaikan data kasus DBD tahun 2026 ada 200 kasus. Sebelumnya 209 kasus DBD di Kota Tangerang Selatan,” jelas Benyamin, Kamis 25 Juni 2026.
Namun, tambah Benyamin, seluruh pihak tetap harus waspada. Upaya-upaya preventif terhadap kasus DBD, harus lebih maksimal, termasuk peningkatan juru pemantau jentik (Jumantik), di tiap-tiap wilayah. “Target kita pada tahun 2026 adalah 60 persen dari seluruh RW. Atau sekitar 754 RW di Kota Tangerang Selatan melaksanakan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik,” ujar Benyamin.
Saat ini terdapat 157 RW yang telah mencapai 100 persen sertifikasi bebas jentik. Namun saya perlu sampaikan bahwa ini bukan hasil kerja satu tahun. Prosesnya berlangsung selama kurang lebih tiga tahun. Meski demikian, kita tidak boleh lengah,” lanjutnya.
Selain program Jumantik dan G1R1J, Pemerintah Kota juga aktif memberikan bantuan fogging kepada masyarakat yang memerlukan. “Pengawasan ini (tempat berkembang biak nyamuk) harus dilakukan setiap hari. Jangan sampai pengawasan dan kegiatan 3M (menguras, menutup dan mengubur) tidak lanjut,” papar Benyamin.
Benyamin meminta kepada seluruh stakeholder, agar terus berkolaborasi dalam upaya pencegahan, hingga pemberantasan nyamuk Aedes aegypti. “Saya meminta para lurah, camat, RW, RT, termasuk pengelola kawasan perumahan dan klaster, untuk kembali menggiatkan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik,” pungkasnya. (***)
POSRAKYAT.ID - Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RUTLH) atau bedah rumah milik Pemerintah Kota…
POSRAKYAT.ID – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Banten kembali menerbitkan fasilitas…
POSRAKYAT.ID - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tangerang menggelar Kick Off Pembangunan Zona…
POSRAKYAT.ID - Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan Ayep Jajat Sudrajat mengaku, sepanjang 2026, pihaknya…
POSRAKYAT.ID - Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangsel Ayep Jajat Sudrajat menyebut, kemacetan di ruas Jalan…
POSRAKYAT.ID — Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengaku, Pemerintah Kota (Pemkot) memiliki wacana soal pengembangan…
This website uses cookies.