POSRAKYAT.ID – Kepala UPT Samsat Serpong Teguh Riadi mengungkapkan, pihaknya mencatatkan pendapatan pajak kendaraan bermotor (PKB) tertinggi se-Banten, dalam perhitungan pembayaran masa Januari hingga Mei 2026.
Teguh mengatakan, selain adanya program penghargaan bagi masyarakat, kesadaran akan membayar pajak kendaraan di wilayah Serpong juga sangat tinggi.
“Jadi mereka sadar untuk membayar pajak. Itu yang pertama. Mobilitasi masyarakat ini kan lebih banyak ke daerah perkotaan. Mereka merasa kuatir, ketika bepergian jika pajaknya belum dibayarkan,” kata Teguh, Rabu 3 Juni 2026.
Ini per 2 Juni yah. PKB itu realisasi 34,38 persen. Itu PKB. BBNKB 27,34 persen. Pajak Air Permukaan 37,20 persen. Jadi, total keseluruhan di Samsat Serpong itu 31,72 persen dari pajak-pajak yang kita pungut ya,” tambahnya.
Teguh membeberkan, sebagai implementasi kebijakan pemerintah, Samsat Serpong memberikan reward bagi wajib pajak, yang membayar lebih awal.
“Kita masih ngikut dari pusat (Pemerintah Provinsi Banten), yaitu pemberian reward bagi yang membayar pajak lebih awal. Itu program dari Pak Kaban (Kepala Bapenda Provinsi Banten),” bebernya.
Reward-nya itu, kita berikan souvenir. Jadi itu kemarin ya. Kita memberikan ada souvenir cangkir atau gelas, atau sama payung. Itu pun kalau persediaan masih ada,” lanjutnya.
Samsat Serpong, jelas Teguh, turut mengikuti surat edaran Polri, soal pengurusan perpanjangan pajak kendaraan bermotor, tanpa perlu KTP pemilik pertama.
​”Di Banten menerapkan seperti itu dengan persyaratan tertentu. Jadi, untuk kendaraan yang bukan atas namanya, nanti di loket pendaftaran itu dengan melampirkan surat pernyataan. Kita berikan kesempatan hanya satu kali,” terang Teguh lagi.
Surat pernyataan itu, ucap Teguh, pihaknya mewajibkan pemilik kendaraan untuk melakukan balik nama kendaraan, pada periode pembayaran pajak di tahun berikutnya.
“Kita minta tahun depan untuk balik nama. Tahun depan (pemilik kendaraan yang bukan atas namanya) harus balik nama, sama pembelian kuitansi bermaterai. Nanti dilampirkan untuk proses balik nama, seperti itu,” ujar Teguh.

