POSRAKYAT.ID – Pengamat dari LBH Tridharma Indonesia, Dodi Prasetya Azhari mengungkapkan, stagnasi kepemimpinan di Kota Tangsel, dapat menghambat kinerja birokrasi, terlebih soal pelayanan kepada masyarakat.
Dodi menyatakan, stagnasi kepemimpinan tersebut, terindikasi karena minimnya regenerasi pucuk pimpinan, di Kota yang bertajuk Cerdas, Modern, dan Religius (Cmore) itu.
“Wacana perpanjangan masa jabatan Sekda, menjadi pemantik diskusi mengenai arah masa depan birokrasi di kota satelit ini. Birokrasi yang sehat, adalah birokrasi yang memberikan ruang bagi sirkulasi kepemimpinan, dan ide-ide segar,” kata Dodi kepada wartawan, Rabu 13 Mei 2026.
Posisi Sekda, sebagai titik pusat koordinasi administratif, bukan sekadar jabatan struktural, melainkan simbol kesehatan manajemen pemerintahan.
“Penilaian kepemimpinan birokrasi tidak hanya dari apa yang tercapai di atas kertas, tetapi dari sejauh mana sistem mampu mencegah terjadinya degradasi tata kelola,” jelasnya.
Minimnya regenerasi kepemimpinan, juga dapat menghambat pelayanan birokrasi. Bukan tentang mengganti sosok, melainkan tentang menghadirkan harapan baru bagi publik, bahwa Pemerintah Kota berkomitmen pada transparansi dan perbaikan berkelanjutan,” tambahnya.
Menurut Dodi, stabilitas birokrasi sering kali menjadi alasan utama mempertahankan pejabat senior.
Namun di sisi lain, integritas birokrasi Tangsel sedang diuji oleh skandal masalah pengelolaan sampah di Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Munculnya celah dalam pengelolaan urusan seperti sektor lingkungan hidup, menjadi refleksi. Ada ruang perbaikan yang besar, beber Dodi, dalam sistem kendali internal.
“Ini adalah persoalan tata kelola. Sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), peran Sekda sangatlah krusial. Memastikan setiap rupiah anggaran terkelola secara transparan,” tegas Dodi.
Pihaknya mendorong seleksi terbuka sebagai solusi demokratis. Langkah ini, lanjutnya, lebih elegan, untuk menguji kembali kompetensi, dan memberikan kesempatan bagi kader-kader terbaik untuk berkontribusi bagi Tangsel.
“Tangsel membutuhkan pemimpin birokrasi yang tidak hanya memahami administrasi, tetapi juga memiliki kepekaan tajam terhadap krisis dan integritas yang tak tergoyahkan,” tutup Dodi Prasetya Azhari.

