Rakyat Bicara

Laksa Kota Tangerang Riwayatmu Dulu, Jadi Ikon Lantas Ditinggalkan

POSRAKYAT.ID – Laksa, merupakan salah satu kuliner khas Kota Tangerang. Hidangan berbentuk mie pipih berbahan tepung beras itu, kini tak lagi menjadi satu-satunya makanan yang favorit.

Menurut Hasan, salah seorang pedagang di Sentra Kuliner Laksa Kota Tangerang, sejak lokasi sentra yang mulai tampak usang, para penikmat kuliner khas Kota Akhlakul Karimah itu, sudah tidak sama seperti dulu.

“Dulu kan bangunannya ini pembatas nya pake batu bata, tapi sekarang full pakai bambu,” ujar Hasan, di Sentra Kuliner Laksa, di Jalan Mochammad Yamin, Selasa 3 Februari 2026 kemarin.

Oleh sebab lapak dengan desain bambu itu, membuat warung-warung laksa tampak reyot. Belum lagi, sambung Hasan, sepeninggalan Wahidin Halim sebagai Wali Kota Tangerang, sentra laksa di lokasi tersebut kurang mendapat perhatian pemerintah.

“Dulu lantainya masih paving block. Pakai keramik juga. Tapi sejak saat itu (Wahidin Halim tak menjabat Wali Kota Tangerang), udah gak pernah lagi dibagusin sama pemerintah,” sambungnya.

Saat ini, Sentra Kuliner Laksa hanya tinggal 8 lapak.
Pantauan di lokasi, atap bangunan yang memiliki bentuk seperti sebuah rumah tradisional joglo ini, terlihat banyak lubang. Bahkan jika perhatikan lebih detail, atap bangunan ini terlihat sudah miring dan nyaris roboh.

Kondisi tersebut tak hanya mengganggu kenyamanan pengunjung, tetapi juga berdampak langsung pada para pedagang yang menggantungkan hidup dari warisan kuliner turun-temurun ini.

Hasan juga mengaku, ia dan.pedagang lainnya sudah menempati lokasi itu sejak 2011. Hasan juga menyatakan, tidak pernah ada pungutan sejak tahun tersebut.

Namun, lanjutnya, sudah tiga tahun terakhir para pedagang harus membayar sewa Rp4 juta per tahun. “Dari tahun 2023 mulai bayar tuh. Transfer langsung ke rekening atas nama Kemenkumham. Terus selain sewa ada juga uang kebersihan Rp20 ribu per minggu,” kata Hasan menegaskan.

Ia berharap, Pemerintah Kota Tangerang dapat kembali memberikan perhatian kepada para pedagang laksa, agar kuliner yang menjadi ciri khas kota tetap lestari.

“Mudah-mudahan sih bisa dibagusin lagi sama pemerintah. Karena kalau gini terus, lama-lama pedagang juga nyerah, dan berhenti untuk jualan,” tandasnya.

Ari Kristianto

Recent Posts

Tuding Pemkot Tangsel Cemari Lingkungan, Boyamin Saiman: Gugatan Warga adalah Bentuk Protes

POSRAKYAT.ID - Boyamin Saiman selaku Kuasa Hukum warga yang terdampak sengkarut pengelolaan sampah di Kota…

8 menit ago

Soal Sampah Tangsel, Benyamin Davnie Andalkan Cilowong dan Biopori

POSRAKYAT.ID - Dalam upaya penanganan sampah, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot)…

16 jam ago

Aparatur Pengawas ‘Pelototi’ APBD Kota Tangerang Selatan 2026

POSRAKYAT.ID - Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menyatakan, dalam rangka melaksanakan amanat Presiden Prabowo…

16 jam ago

Dorong Budaya Baca, Gramedia Kembangkan Pusat Literasi di Summarecon Mal

POSRAKYAT.ID – Gramedia secara resmi memperkenalkan wajah baru gerainya di Summarecon Mal Serpong (SMS), Kelapa…

2 hari ago

Yayasan Hidayah dan Kecamatan Serut Salurkan Donasi Bagi Bencana Sumatera

POSRAKYAT.ID – Dalam rangka membantu meringankan derita korban bencana banjir dan longsor Sumatera beberapa waktu…

6 hari ago

Meninggal Tenggelam, Warga Lebak Hanyut Hingga 11 Km di Sungai Ciujung

POSRAKYAT.ID - Warga Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Ikna (70), ditemukan meninggal dunia, usai hanyut sejauh…

7 hari ago

This website uses cookies.