Sabtu, Desember 6, 2025

Kasus Bullying, Pilar Saga Ichsan: Anaknya Punya Riwayat Penyakit Berat

POSRAKYAT.ID – Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menyebut, pasca pemeriksaan terhadap MH (13) yang menjadi korban bullying di salah satu SMPN, ternyata (MH) memiliki riwayat penyakit yang berat.

“Saat pengecekan oleh Dinas Kesehatan (Kota Tangsel), katanya (MH) ada beberapa memang riwayat penyakit yang memang agak cukup berat ya. Di luar daripada masalah fisik pembullyan, memang karena anaknya memang punya riwayat penyakit yang berat,” ujar Pilar, Selasa 11 November 2025.

Pemerintah Kota (Pemkot), sambung Pilar, akan melakukan upaya untuk menjernihkan masalah yang terjadi itu. “Sebenarnya ini kita clear kan dulu ya masalah antara kedua orang tua. Jangan sampai komunikasi dengan orang tua terkendala,” jelasnya.

Insyaallah, dalam waktu dekat, saya siap untuk melakukan kunjungan kepada anak tersebut. (Soal bullying) Kami selalu menyampaikan kepada kepala sekolah dan juga guru-guru supaya mengawasi anak-anak didik,” tandas Pilar Saga Ichsan.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Tangsel Tanggapi Usulan di Kemiskinan Ekstrem

Sebelumnya, seorang siswa di salah satu SMPN Kota Tangsel yang berinisial MH (13), diduga menjadi korban bully oleh teman sekelasnya. Keluarga korban, Rizki menuturkan, MH kini menjadi sedikit rabun, dan seringkali mengalami pingsan, pasca kejadian tersebut.

Rizki mengungkapkan, dugaan bullying itu terjadi pada 20 Oktober 2025 lalu. “Bagian kepalanya dipukul pakai kursi sekolah yang besi. Sehari setelah itu dia baru ngadu ke keluarga karena sudah nggak kuat nahan sakit di kepalanya,” ungkap Rizki, Senin 10 November 2025.

“Sekarang sudah enggak bisa kami bawa jalan. Badannya lemes semua, mata sedikit rabun, sering pingsan dan enggak mau makan,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Deden Deni mengaku, pihaknya telah melakukan pendampingan, terhadap korban dugaan bullying di SMPN Kota Tangsel itu.

Baca Juga :  Jaga Salira, ART dan Sopir Guru Wajib Dapat BPJS Ketenagakerjaan

Bahkan, lanjut Deden, Dinas Pendidikan telah melakukan mediasi antara keluarga pelaku, dan keluarga korban. “Sudah kami mediasi. Ada juga pendamping, ada dari PPA juga. Sudah ada kesepakatan, bahwa yang bersangkutan sudah siap membantu biaya pengobatan,” ujar Deden.

Saat ini, seluruh elemen terkait tengah fokus, dalam kondisi korban (MH). “Hari ini kita fokus ke anaknya saja. Kepala Sekolah, sama Pak Kabid (SMP), sedang berkunjung ke rumah orang tuanya (MH),” terangnya.

Iklan - Scroll kebawah untuk melanjutkanspot_img
RELATED ARTICLES

Populer