“Dari Mendagri kan ingin memberikan penjelasan. Nanti proses-proses akan kita kawal. Perlengkapan-perlengkapannya apa saja. Jadi yang berpotensi terhadap pendapatan, itu akan kita coba dorong ke BLUD, supaya lebih leluasa,” tegas Ucok.
Ucok mencontohkan UPTD Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang dalam pemeliharaan dan perawatannya, membebani APBD hingga Rp500 juta per tahunnya.
“Itu (pemeliharaan dan perawatan Rusunawa) kan ketergantungan dengan APBD. Justru (dengan menjadi BLUD), kita optimalkan pendapatannya. Rp500 juta per tahun, (BLUD Rusunawa) harus bisa optimal. Melakukan pemeliharaan dan perawatan,” tandasnya.
Page: 1 2
POSRAKYAT.ID – Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyatakan, pasca ledakan yang terjadi di…
POSRAKYAT.ID — Dewan Pembina Gajah Muda Nusantara (GMN) Nonami menyatakan, keterlibatan pemuda dalam proses pembangunan…
POSRAKYAT.ID – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyebut, digitalisasi transaksi pemerintahan turut mendukung…
POSRAKYAT.ID - Ketua KONI Kota Tangsel Mahludin menegaskan, mendekati Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026,…
POSRAKYAT.ID – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC Provinsi Banten Ambang Priyonggo menyatakan, Bea Cukai akan…
POSRAKYAT.ID — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkom Digi), Angga Raka Prabowo meninjau, pelaksanaan program…
This website uses cookies.