Birokrasi

Lump Sum Perdin Anggota DPRD Rawan Manipulatif

POSRAKYAT.ID – Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menyebut, metode lump sum  dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 53 tahun 2023 untuk perjalanan dinas (Perdin) Anggota DPRD memiliki sisi positif dan negatif.

Menurut Agus, metode pembayaran Perdin di muka tersebut dapat mengakibatkan efek negatif dan rawan manipulatif, apabila tidak ada pengawasan dengan benar.

“Karena lump sum, ya tidak memerlukan bukti. Karena anggarannya udah segepok terserah lo (mau) pakai apa aja,” kata Agus, Rabu 18 Oktober 2023 kemarin.

Terlebih, lanjut Agus, karakter dan paradigma yang salah terhadap penggunaan anggaran pemerintah tersebut, membuat metode itu menjadi celah korupsi.

“Namanya otak Orang Indonesia (yang) isinya nyolong, jadi bisa saja (memanipulatif metode lump sum),” tegasnya.

Berbeda dengan lump sum, lanjut Agus, metode pembayaran at cost (biaya riil) bagi Perdin dalam negeri PNS, justru dapat menekan perilaku korupsi.

“Perpres nomor 53, bagus untuk menghindari pembengkakan kunjungan PNS,” ucapnya.

Pergantian biaya (Perdin), sesuai dengan yang dikeluarkan. Dan bagus buat mengurangi korupsi,” sambung Agus.

Berdasarkan informasi, Perpres nomor 53 tahun 2023 tersebut merupakan perubahan Perpres nomor 33 tahun 2020 tentang standar satuan harga.

Dalam Perpres nomor 53 tahun 2023, Perdin dalam negeri bagi Pimpinan dan Anggota DPRD menggunakan metode lump sum.

Lump sum sendiri merupakan metode pembayaran secara sekaligus di awal, dan hanya menggunakan pakta integritas serta bukti dokumentasi.

Page: 1 2

Ari Kristianto

Recent Posts

HIMNI Perkuat Pemahaman Masyarakat Soal Manfaat Nuklir

POSRAKYAT.ID — Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) Djarot Sulistio Wisnubroto mengungkapkan, kepengurusan organisasi…

18 jam ago

Dinas Kominfo Tangerang Selatan Dorong Santri Melek Transformasi Digital

POSRAKYAT.ID – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot), melalui Dinas…

2 hari ago

Lewat Fasilitas Kawasan Berikat, Bea Cukai Banten Permudah Pengembangan Industri

POSRAKYAT.ID – Bea Cukai Banten terus mendorong pertumbuhan dan pengembangan industri dalam negeri melalui pemberian…

2 hari ago

Geram, Pilar Sebut Pemasangan Kabel Optik di Tangsel ‘Kucing-kucingan’

POSRAKYAT.ID - Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan, mengaku geram dengan pemasangan kabel optik,…

2 hari ago

Tekan MoU dengan BSI, Pemkot Tangsel Buka ‘Kran’ Permodalan buat Anak Muda

POSRAKYAT.ID - Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, dengan penandatanganan nota kesepahaman atau…

4 hari ago

Oknum Guru PPPK di Karawaci Disebut Rusak Fasilitas Sekretariat Wakaf

POSRAKYAT.ID - Oknum Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) disebut-sebut terlibat dalam perusakan fasilitas…

4 hari ago

This website uses cookies.