Komisi II sendiri, terus mengawal permasalahan nasib tenaga honorer.
“Kunker kali ini menjadi salah satu realisasi untuk mengawal permasalahan itu,” tegas Saan.
Melalui Kunker ini, Komisi II banyak mendapatkan informasi tentang permasalahan tenaga honorer di Provinsi Jawa Barat.
“Bahkan ada beberapa non ASN yang mengabdi puluhan tahun dan itu tentu harus mendapatkan perhatian dari pemerintah,” ungkapnya.
Salah satu permasalahan tenaga honorer di Jawa Barat, jelas Saan, adalah banyaknya tenaga honorer yang sudah berusia sepuh.
Menanggapi itu, Sekda Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja menyatakan, para tenaga honorer berusia lanjut, membuat mereka kurang paham dengan sistem tes daring untuk ikut seleksi.
Hal itu, yang kemudian membuat sulitnya para tenaga honorer beralih menjadi ASN.
“Salah satu kesulitan di sini adalah di mana ada tenaga honorer yang sudah berumur. Mereka biasanya tidak begitu paham teknologi,” papar Setiawan.
POSRAKYAT.ID — Koordinator Aliansi Masyarakat Bersatu (Ambu) Provinsi Banten Mohammad Royhan Daestaki menyatakan, gelaran dialog…
POSRAKYAT.ID – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP A Tangerang mencatat realisasi…
POSRAKYAT.ID – Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyatakan, pasca ledakan yang terjadi di…
POSRAKYAT.ID — Dewan Pembina Gajah Muda Nusantara (GMN) Nonami menyatakan, keterlibatan pemuda dalam proses pembangunan…
POSRAKYAT.ID – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyebut, digitalisasi transaksi pemerintahan turut mendukung…
POSRAKYAT.ID - Ketua KONI Kota Tangsel Mahludin menegaskan, mendekati Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026,…
This website uses cookies.