Saat ini, sebut Pilar, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel belum memiliki data base, soal jumlah dan lokasi pelaku kerajinan yang ada di wilayah.
Oleh sebab itu, pihaknya mendorong Dekranasda yang telah dilantik di beberapa kecamatan, menggali potensi dan mendata pelaku kerajinan tersebut.
“Mereka memiliki potensi yang besar, keinginan yang besar, potensinya juga bagus. Ternyata ada kerajinan mainan yang produksinya bisa sampai 10 ribu per hari. Bahkan, ada produk yang sampai ke luar negeri,” sebut Pilar.
Nah, ini kita harus punya data basenya. Setelah itu kita lakukan pemilahan, mana tahapan yang memang sudah expert, mana yang tahapnya beginner. Kita harus bantu,” tambahnya.
Melalui data base itu, lanjut Pilar, Pemkot memitigasi langkah-langkah guna meningkatkan dan mendongkrak potensi para pengrajin.
“Kita harus bantu. Mulai dari pelatihannya, produksinya, manajemen bisnisnya. Ke depannya, bagaimana pemasarannya, packingnya. Jadi ini (data base) penting sekali,” tuturnya.
POSRAKYAT.ID — Koordinator Aliansi Masyarakat Bersatu (Ambu) Provinsi Banten Mohammad Royhan Daestaki menyatakan, gelaran dialog…
POSRAKYAT.ID – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP A Tangerang mencatat realisasi…
POSRAKYAT.ID – Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyatakan, pasca ledakan yang terjadi di…
POSRAKYAT.ID — Dewan Pembina Gajah Muda Nusantara (GMN) Nonami menyatakan, keterlibatan pemuda dalam proses pembangunan…
POSRAKYAT.ID – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyebut, digitalisasi transaksi pemerintahan turut mendukung…
POSRAKYAT.ID - Ketua KONI Kota Tangsel Mahludin menegaskan, mendekati Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026,…
This website uses cookies.