Minggu, Juni 16, 2024

Gandeng IDI, KPK Datangi Lukas Enembe

POSRAKYAT.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memutuskan untuk mendatangi kediaman tersangka kasus korupsi yang juga mantan Gubernur Papua LukasĀ  Enembe dalam waktu dekat.

Juru Bicara (Jubir) KPK Ali Fikri mengatakan, keputusan tersebut diambil  berdasarkan hasil rapat yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Dalam Negeri,  TNI, POLRI, Polda Papua, Pangdam Cendrawasih, serta Tim Dokter IDI.

Kader Partai Demokrat Lukas Enembe, akan diperiksa kesehatannya oleh IDI, dan dimintai keterangannya oleh KPK.

“KPK bersama dengan IDI akan melakukan kunjungan ke Papua untuk memastikan penegakan hukum terhadap LE berjalan dengan baik,” kata Fikri, dikutip dari website KPK, Senin 24 Oktober 2022.

Baca Juga :  PSI Tangsel: Biaya Politik Tinggi, Buat Kepala Daerah 'Kejar Balik Modal'

Tujuan kedatangan tim KPK dan IDI adalah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan LE dan pemeriksaan LE sebagai tersangka,” tambahnya.

Selain itu, sambung Fikri, dalam kesepakatan tersebut meminta
aparat kewilayahan untuk menyampaikan ke masyarakat Papua bahwa KPK datang dalam rangka pemeriksaan kesehatan LE dan pemeriksaan LE sebagai tersangka.

“(Kami datang) tidak untuk melakukan jemput paksa. Hasil pemeriksaan kesehatan akan menentukan tindak lanjut kedepan. KPK meminta bantuan kepada IDI untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di Papua. Pemerintah harus memastikan bahwa tata pemerintahan dan pelayanan publik di Papua harus berjalan dengan baik,” tegas Fikri.

Fikri mengatakan, kehadiran KPK di Papua, sesuai dengan amanat Pasal 113 Hukum Acara Pidana UU No. 8 Tahun 1981.

Baca Juga :  Inovasi Pangan, DKP3 Tangsel: Edukasi Masyarakat Soal Makanan Beragam dan Bergizi Seimbang

“Kunjungan KPK dan IDI ke Papua akan dijadwalkan segera, dengan turut serta Pimpinan KPK guna melakukan tugas pokok dan fungsi KPK dengan memperhatikan ketentuan UU,” tuturnya.

“Pemeriksaan kesehatan LE ini menjadi wujud penghormatan HAM sekaligus pertanggungjawaban penegakan hukum tindak pidana korupsi. KPK juga mengajak seluruh masyarakat Papua untuk membangun spirit kebangsaan demi menjaga kondisi tetap aman dan kondusif,” pungkas Fikri.

Iklan - Scroll kebawah untuk melanjutkanspot_img
RELATED ARTICLES

Populer