Politik

Politisi Demokrat Singgung Pembangunan Infrastruktur, SDM dan Demokrasi

POSRAKYAT.ID – Politisi Senior Partai Demokrat Syarief Hasan menyebut, pembangunan tidak harus fokus pada infrastruktur saja, namun harus dibarengi dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM), dan kebangsaan, yang dalam hal ini adalah demokrasi.

Syarief yang menjabat Wakil Ketua MPR RI itu, menyinggung adanya elemen yang bersikap sentimentil dan tendensius terhadap pernyataan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Pembangunan infrastruktur sama pentingnya dengan pembangunan kemanusiaan dan kebangsaan,” kata Syarief dalam kunjungannya di Bogor, Senin 17 Oktober 2022.

Yang dikatakan AHY dalam Forum Rapimnas Partai Demokrat beberapa waktu lalu, sambung Syarief, berpijak pada data dan fakta kredibel, serta tervalidasi oleh berbagai institusi pemerintahan, dan lembaga riset terkemuka.

“Ada yang merespon pernyataan AHY dengan sikap yang sentimentil dan tendensius, padahal AHY berbicara dalam kerangka pembangunan negara,” ungkap Syarief.

Menurut Syarief, berbicara pembangunan tidak bisa dipadatkan hanya pada pembangunan infrastruktur belaka, namun juga pembangunan manusia, ekonomi, sosial politik, kebudayaan, dan juga demokrasi.

“Pesan yang disampaikan AHY bahwa pembangunan itu berkelanjutan, setiap pemerintahan punya sumbangsih pada kehidupan kebangsaan, tanpa perlu menegasikan warisan pemerintahan sebelumnya,” tegasnya lagi.

Jika sebagian besar sumber daya fiskal diarahkan pada infrastruktur, namun andai pada sektor yang lain, ini tentu tidak layak disebut prestasi. Pembangunan yang baik harus berkeadilan dan merata,” tambahnya.

Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, terang Syarief, merupakan proyek infrastruktur ini dicanangkan oleh Presiden SBY, yang kemudian dilanjutkan pembangunannya oleh Presiden Jokowi.

“Saat peletakan batu pertama (ground breaking) Jalan Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) juga dilakukan pada era Presiden SBY. Begitu juga dengan pembangunan Pelabuhan Patimban dan Kereta Cepat Jakarta Bandung yang telah dicanangkan pada masa pemerintahan Presiden SBY,” tutur Politisi Senior Partai Demokrat itu.

“Apakah mungkin proyek tol sepanjang 116,75 km dirampungkan hanya dalam tempo 8 bulan? Rencana pembangunan jalan Tol Trans Sumatera juga diteken oleh Presiden SBY pada 17 September 2014 dengan Perpres Nomor 100 Tahun 2014. Ini adalah sekelumit contoh hajat pembangunan infrastruktur juga gencar pada era Presiden SBY,” pungkasnya.

Gita Rezha

Recent Posts

MRF di Cipeucang Selesai Tahun Ini, Benyamin Ungkap Tangsel Juga Bakal Bangun PSEL

POSRAKYAT.ID - Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie memastikan, pembangunan Fasilitas pemulihan material (MRF) di Tempat…

2 hari ago

Gencarkan Operasi Gurita, Bea Cukai Banten Perkuat Pengawasan BKC Ilegal

POSRAKYAT.ID - Dalam upaya memberantas peredaran rokok ilegal di Provinsi Banten, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal…

2 hari ago

Satpol PP Tertibkan Ratusan Pedagang Bandel di Pasar Serpong

POSRAKYAT.ID — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangsel, Ahmad…

3 hari ago

Atlet Binaraga Tangerang Selatan Targetkan 5 Emas di Porprov 2026

POSRAKYAT.ID – Ketua Perkumpulan Binaraga dan Fitnes Indonesia (PBFI) Kota Tangerang Selatan Firmanto mengaku, sebagai…

3 hari ago

Kepala Dinas Pendidikan Tangsel Apresiasi Yayasan Balapentas Madani Peduli

POSRAKYAT.ID - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Deden Deni mengaku, kehadiran Yayasan Balapentas…

2 minggu ago

Lewat TSLP, Perumdam TKR Fasilitasi Sambungan Air Bersih bagi Masjid di Kabupaten Tangerang

POSRAKYAT.ID – Sebagai bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP), Perusahaan Umum Daerah Air…

3 minggu ago

This website uses cookies.