Minggu, Juni 16, 2024

Lewat TIK, Pemprov Jatim Genjot UMKM Berdaya Saing

POSRAKYAT.ID – Kepala Dinas Kominfo (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Hudiyono menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) terus berupaya meningkatkan keterampilan pelaku UMKM, agar dapat berdaya saing.

Melalui pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), tambah Hudiyono, diharapkan dapat mendongkrak UMKM di wilayah Jatim, agar terus berkembang.

“Melalui tangan dingin, aktivitas, dan kreativitas pelaku UMKM, mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Hal ini juga sejalan dengan IKI. Yaitu Inisiatif, Kolaboratif, dan Inovatif,” terang Hudiyono, Senin 17 Oktober 2022.

Hudiyono pun berharap pelaku UMKM Jawa Timur mampu mengoptimalkan publikasi produk melalui beberapa teknologi yang disediakan Diskominfo. 

“Ada command center, etalase di 700 titik di seluruh Indonesia, videotron di 11 Bakorwil, dan publikasi digital di Taman Mini untuk menyambut kedatangan tamu G20. Nah ini semua bisa dimanfaatkan untuk menampilkan produk-produk Dekranasda Jatim, seperti batik, kerajinan, dan lain-lain,” ungkapnya. 

Baca Juga :  Festival Al Amjad Kabupaten Tangerang Jadi Ajang Syiar

Diketahui, pelatihan atau workshop TIK bagi UMKM binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jatim itu, agar UMKM dapat mengimbangi perkembangan dunia.

Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Provinsi Jatim, Arumi Bachsin Emil Dardak mengatakan bahwa kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM) harus bisa mengimbangi kemajuan teknologi. 

Apalagi, berdasarkan data survei oleh We are Social Hootsuite, terdapat 204,7 juta pengguna internet di Indonesia per Februari 2022. Angka tersebut setara dengan 73,7% dari populasi penduduk Indonesia.

“Teknologi itu membuka peluang yang luar biasa untuk segala sektor, termasuk sektor bisnis dan usaha. Jadi workshop TIK ini semoga bisa dimanfaatkan dalam pelaksanaan bisnis Bapak/Ibu sekalian,” kata Arumi.

Baca Juga :  Artis Papan Atas Semarakan Harmoni Kolaborasi Tangsel Sejiwa Fest

Dengan pengguna internet sebanyak itu di Indonesia, UMKM kita harus bisa memanfaatkan daya beli di negara kita sendiri,” sambungnya. 

Melalui teknologi pula, lanjut Arumi, pelaku UMKM memiliki kesempatan tanpa batas ruang dan waktu. “Meski juga banyak tantangan dan terlihat sulit, tapi ketika sudah tahu celahnya, pasti bisa, pasti jadi penyelamat bagi usaha yang dilakukan. Bapak/Ibu punya kesempatan yang sama dengan pebisnis-pebisnis besar,” tegas Arumi.

Workshop ini menghadirkan narasumber yaitu Founder Yayasan Komunitas Open Source, Arief Rama Syarif. Materi yang disampaikan adalah mengenai data analytics, marketing, dan branding.

Iklan - Scroll kebawah untuk melanjutkanspot_img
RELATED ARTICLES

Populer