Sabtu, Juni 22, 2024

BSU Pemerintah Tak Adil Bagi Pekerja Informal

POSRAKYAT.ID – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher menyebut pemberian Bantuan Subsidi Upah (BSU) Pemerintah yang hanya menyasar pekerja formal atau penerima upah mencederai asas keadilan, bagi pekeeja sektor informal.

Apalagi ditengah kenaikan harga BBM yang tidak hanya dirasakan pekerja formal, namun juga oleh sektor informal.

“Penyaluran BSU yang hanya menyasar pekerja formal yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan mencederai asas keadilan dan sebaiknya dievaluasi,” kata Netty, dikutip Sabtu 24 September 2022.

Kenaikan harga BBM bukan hanya dirasakan pekerja sektor formal, akan tetapi juga dirasakan oleh pekerja informal,” ungkapnya lagi.

Evaluasi ini, menurut Netty, penting dilakukan karena hingga kuartal IV-2021, peserta BPJS Ketenagakerjaan yang bukan penerima upah (PBPU) ada sebanyak 3,55 juta orang.

Baca Juga :  Tak Kantongi Izin, Kapolres Jakpus Bakal Gandeng Pemkot Tangani Citayam Fashion Week

“Diantara 3,55 juta orang tersebut tentu ada yang penghasilannya di bawah Rp3,5 juta dan tidak mendapatkan BSU karena tidak terdaftar sebagai pekerja formal,” katanya.

Bahkan, kata Netty, pekerja formal pun tidak akan menerima BSU kalau tidak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

“Pemberian BSU seharusnya lebih tepat sasaran dan tidak diskriminatif hanya bagi mereka yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya.

Ada banyak pekerja formal dan informal yang belum menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, padahal mereka layak karena penghasilannya di bawah Rp 3,5 juta,” tegas politisi dari PKS ini.

Dengan demikian, menurut Netty, alasan menaikkan harga BBM agar subsidi tepat sasaran menjadi terbantahkan.

Baca Juga :  Politisi Golkar Soroti 'Dosa' Pendidikan di Hari Guru Nasional

“Dengan subsidi dialihkan dalam bentuk BSU yang hanya dinikmati pekerja formal yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, maka justru tidak tepat sasaran. Dampak kenaikan BBM dirasakan masyarakat luas, tapi BSU hanya dinikmati sebagian kecil kalangan saja,” tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan mengungkapkan bahwa, hampir 2 juta pekerja gagal mendapatkan bantuan BSU sebesar Rp600.000, akibat tidak memenuhi persyaratan administrasi.

Iklan - Scroll kebawah untuk melanjutkanspot_img
RELATED ARTICLES

Populer