Birokrasi

Analis Apindo Sebut Kenaikan BBM Langkah Cerdas Menteri Keuangan

POS RAKYAT – Ketua Komite Analisis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani menyebut, kenaikan BBM subsidi yang dilakukan pemerintah, merupakan langkah cerdas Menteri Keuangan.

Hal itu dikatakan Ajib, melihat langkat Sri Mulyani dalam mengamankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 mendatang.

“Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati, melakukan langkah cerdas dengan mekanisme ini. Karena secara jangka panjang akan mengamankan struktur APBN,” tegas Ajib.

Mekanisme yang dimaksud Ajib adalah, pengalihan subsidi BBM, menjadi bantuan sosial yang terbagi menjadi enam unsur.

“Dimana Bansos ini terbagi dalam enam paket yakni, Bantuan Subsisdi Upah (BSU), BLT Dana Desa, Kartu Prakerja, BLT Masyarakat, Bantuan Pokok Nontunai (BPNT) dan BLT UMKM. Alokasi bansos ini diambil dari dana APBN, yang bersumber dari program penanganan pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” ungkap Ajib.

Menurut Ajib, tahun 2023 mendatang, masa berlaku UU nomor 2 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19, akan habis masa berlakunya.

Sehingga, sambung Ajib, selanjutnya struktur keuangan APBN kembali maksimal defisit 3 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB).

“Setelah dimanjakan dengan UU ini, sehingga tiga tahun berturut-turut, APBN bisa defisit di atas 3 persen. Tahun 2023, pemerintah harus kembali menyusun APBN dengan lebih prudent,” tuturnya.

Alternatifnya adalah, dengan menambah penerimaan melalui peningkatan pajak, atau mengurangi beban subsidi. Pengurangan subsidi BBM ini, adalah langkah rasional yang didorong oleh Menkeu, untuk mengamankan APBN 2023,” lanjut Ajib.

Ajib menyatakan, paket kebijakan pemerintah dengan memberikan bansos, relatif bisa menjawab potensi masalah dalam menjaga daya beli masyarakat. Namun, imbuhnya, menjadi pertanyaan bagaimana pemerintah akan menjaga inflasi?.

“Ketika belum ada regulasi yang didorong untuk mengendalikan inflasi, maka proyeksi pemerintah akan sulit tercapai. Proyeksi inflasi akan terkerek di atas 4 persen secara agregat di akhir 2022,” kata Ajib.

Jadi, pemerintah sudah relatif bisa menjaga potensi masalah jangka pendek atas tertekannya daya beli masyarakat, tapi masih ditunggu kebijakan strategis jangka panjang untuk bisa mengendalikan meroketnya inflasi,” tandasnya.

Ari Kristianto

Recent Posts

Konsolidasi Aslinmas Kota Tangerang, Perkuat Sinergi Masyarakat di Lingkungan

POSRAKYAT.ID — Asosiasi Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) Kota Tangerang, memperkuat konsolidasi organisasi, untuk meningkatkan peran anggota…

1 hari ago

Tangsel Entrepreneur Hub 2026 Dorong UMKM Naik Kelas

POSRAKYAT.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah…

2 hari ago

Customs Goes to Campus, Bea Cukai Banten Bahas Perdagangan Internasional

POSRAKYAT.ID – Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Banten, menyelenggarakan Customs Goes to Campus (CGTC) pada…

6 hari ago

Vermont Hills Hadir dengan Wajah Baru, Tawarkan Hunian Berkonsep Resort di Serpong

POSRAKYAT.ID – Pandega Desain Weharima (PDW) Architecture, menghadirkan wajah baru kawasan hunian Vermont Hills yang…

7 hari ago

Sains Festival BRIN, Bidik Talenta Muda untuk Jadi Ahli Nuklir dan Antariksa

POSRAKYAT.ID — Ribuan siswa SMA dan mahasiswa berkumpul dalam Sains Festival yang digelar Badan Riset…

1 minggu ago

Electricity Connect 2026, PT GUT Perkuat Peran di Proyek Kelistrikan Nasional

POSRAKYAT.ID — PT Graha Usaha Teknik (PT GUT) memanfaatkan ajang Electricity Connect 2026 atau Enlit…

1 minggu ago

This website uses cookies.