Birokrasi

Serap Ratusan Miliar, DPRD Kabupaten Semprot Dindik Soal Angka Putus Sekolah

POS RAKYAT – Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Kholid Ismail tampak kesal dengan informasi tingginya angka putus sekolah di wilayah tersebut.

Dengan nada tinggi, Kholid Ismail menyebut bahwa Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang telah digelontorkan anggaran ratusan miliar. Namun, imbuh Kholid, tingginya angka putus sekolah, seperti menampar Pemerintahan Kabupaten Tangerang.

“Anggaran yang digelontorkan untuk pendidikan cukup tinggi, yakni sebesar 17% dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang Rp5,4 triliun. Jadi selama ini Dindik ngapain aja? sedangkan APBD yang terserap untuk pendidikan ini sangat besar,” ungkap Kholid, ditulis Kamis 11 Agustus 2022.

Kholid menegaskan, kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa waktu lalu bukan alasan pembenaran bagi dinas terkait.

“Kondisi COVID-19, jangan selalu dijadikan alasan Dindik tidak bisa mencapai target,” ungkapnya.

Senada, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang Nasrullah Ahmad, menyayangkan pernyataan Sekretaris Dindik yang membantah tingginya angka putus sekolah, dengan asumsi belaka.

“Ya memang data putus sekolah ini harus dibantah dengan data lagi, tanpa data penjelasan Dinas Pendidikan itu cuma cerita atau omong kosong,” kata Nasrullah.

Nasrullah menuturkan, desakan Komisi II kepada Dindik untuk dapat menjelaskan data tingginya putus sekolah ini, merupakan bentuk langkah upaya bersama dalam memperbaiki kualitas pendidikan yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Ya maka itu, semua hari ini dalam hearing kita kumpulkan agar kedepannya kualitas pendidikan jauh lebih baik,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dindik Syaifullah menyatakan, angka yang dirilis Kemendikbud belum final, berdasarkan Data Pokok Kependidikan (Dapodik), di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Jadi, perlu diingat bahwa data di Dapodik itu adalah data berjalan yang belum terverifikasi atau belum dilakukan cut off. Jadi belum sebagai data final,” kata Syaifullah seperti dirilis Dinas Kominfo Kabupaten Tangerang, ditulis Senin 8 Agustus 2022.

Berbeda, Sekretaris Dindik Kabupaten Tangerang Fahrudin menyebut, banyaknya anak putus sekolah, karena lebih memilih bekerja guna mencukupi kebutuhan hidup.

“Tapi memang ada yang berhenti (sekolah) karena mereka memilih kerja dibanding sekolah. Khususnya wilayah Utara,” kata Fahrudin.

Admin

Recent Posts

Pemkot Tangsel Bangun Pos Damkar, Ahmad Dohiri Singgung Mobil Pemadam: Ngap-ngapan

POSRAKYAT.ID - Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyebut, guna mendukung langkah pemadaman kebakaran,…

14 menit ago

Pembinaan Redkar, Damkar Tangsel Gandeng PLN Antisipasi Korsleting

POSRAKYAT.ID - Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (DPKK) Kota Tangsel Ahmad Dohiri mengatakan, guna…

46 menit ago

Perkuat Fasilitas Pendidikan, Dinas Cipta Karya Tangsel ‘Sulap’ SDN Jombang 03

POSRAKYAT.ID - Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Tangsel Ade Suprizal mengungkapkan,…

5 jam ago

Wimili Childcare The Icon BSD, Gramedia Hadirkan ‘Rumah Kedua’

POSRAKYAT.ID – Gramedia kembali memperluas layanan pendidikan anak usia dini dengan meresmikan We Are Family,…

3 hari ago

Klaim 90 Ribu Anak Gunakan Bus Sekolah Tangsel, Pilar Wacanakan Penambahan Armada

POSRAKYAT.ID - Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengungkapkan, lebih dari 98 ribu anak…

4 hari ago

Fasilitas Bea Cukai Permudah Penyelenggaraan IndoBuildTech 2026 di ICE BSD

POSRAKYAT.ID – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melalui Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Banten,…

5 hari ago

This website uses cookies.