Sabtu, Juni 22, 2024

Bupati Tangerang Tuding Ponpes dan Madrasah Tak Lapor Peserta Didik

POS RAKYAT – Menyoal tingginya angka anak putus sekolah di Kabupaten Tangerang, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menuding, masih banyak sekolah ataupun pondok pesantren (Ponpes), serta madrasah yang tidak melaporkan jumlah peserta didik.

“Iya macam-macam, ini lagi dibahas oleh Dinas Pendidikan (Dindik),” kata Ahmed Zaki Iskandar Bupati Tangerang kepada wartawan, Jumat 5 Agustus 2022.

Karena ada beberapa siswa yang sebetulnya sudah sekolah di sekolah swasta, madrasah, dan pondok pesantren tapi tidak dilaporkan. Nah ini sedang disisir semua,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, angka putus sekolah di wilayah Kabupaten Tangerang, tertinggi di Banten. Hal ini diungkap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Diketahui dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud bahwa, angka putus sekolah dari jenjang SD hingga SMA sederajat di Kabupaten Tangerang mencapai 22.194 peserta didik.

Baca Juga :  Dibuat Asal, DPRD Minta PUPR Evaluasi Pemborong Drainase di Karang Tengah

Angka itu, merupakan angka putus sekolah dari tingkat SD hingga SMA sederajat.

Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang Eny Suhaeni mengaku, sangat prihatin dengan tingginya angka anak putus sekolah di Kabupaten Tangerang.

Menurut Eny, pihak Pemerintah Kabupaten Tangerang  dan Provinsi Banten, melalui Dinas Pendidikannya harus melakukan penyisiran, apa penyebab anak-anak putus sekolah.

“Tentunya sangat memprihatinkan ya. Dengan tingginya angka tersebut. Padahal saat ini sekolah negri dari tingkat SD, SMP, sampai SMA sudah digratiskan,” kata Eny.

“Harus dilakukan penyisiran, apa penyebabnya, apakah faktor ekonomi atau memang yang lain, sehingga bisa dicarikan solusianya. Ditambah memang pada saat Covid-19 perekonomian masyarakat sangat terganggu,” tambahnya.

Iklan - Scroll kebawah untuk melanjutkanspot_img
RELATED ARTICLES

Populer