POSRAKYAT.ID — Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Aktivis Peduli Pesantren (AAPP) mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, meninjau izin milik PT Duta Abadi Primantara. Pasalnya, aktivitas pembangunan perusahaan tersebut, disinyalir akan menyebabkan banjir di lingkungan masyarakat.
Koordinator Massa Aksi AAPP, Andika Firmansyah menuding, dengan adanya pembangunan milik PT Duta Abadi Primantara, sejumlah ruang resapan air, tampak berkurang. Pembangunan itu, sambungnya, akan berdampak pada pemukiman warga dan Pesantren Darurrohman.
“Lihatlah dengan hati nurani. Ada masyarakat yang tinggal di sana. Ada Pesantren Darurrohman tempat anak-anak bangsa menimba ilmu. Dan ada lingkungan yang harus kita jaga bersama,” kata Andika, di depan PT Duta Abadi Primantara, yang berlokasi di Kecamatan Karawaci, Selasa 6 Oktober 2026.
Andika menjelaskan, AAPP membawa sejumlah tuntutan di antaranya pemeriksaan menyeluruh terhadap perizinan dan bangunan PT Duta Abadi Primantara. Pengecekan ruang resapan air, sistem drainase, dokumen lingkungan, serta dampaknya terhadap masyarakat dan Pesantren Darurrohman.
Jawaban PT Duta Abadi Primantara
Menanggapi tuntutan tersebut, perwakilan PT Duta Abadi Primantara yang enggan disebut namanya menyatakan, perusahaan telah memenuhi seluruh perizinan yang diwajibkan.
“Jadi, kalau kita bicara mengenai perizinan, itu kita punya semua. Dan sudah berkali-kali dinas terkait datang ke kami, untuk pemeriksaan administrasi, dan visit lapangan. Semuanya clear,” tegas Sumber kepada wartawan.
Menurutnya, perusahaan yang telah berdiri sejak 1990 tersebut, juga terus mengikuti ketentuan dan melakukan pemenuhan terhadap berbagai regulasi. “Baik itu peraturan ke kementerian, ke dinas, itu semua kami lakukan. Komplians yang kami lakukan, perizinannya pun kami penuhi,” ujarnya.
Terkait perhatian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar, Sumber mengatakan, pihaknya turut membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar. “Selama ini perusahaan juga membuka peluang kerja untuk masyarakat sekitar,” tuturnya.
Khususnya warga Galeong, Kapung Jawa, Bugel, dan pada umumnya Kota Tangerang. Jumlah pekerja kita yang berdomisili totalnya itu mungkin lebih dari 70 persen. Dan kami membuka kesempatan kepada siapa saja asalkan dia capable,” tambahnya.
Selain membuka lapangan kerja, lanjutnya lagi, perusahaan telah memberikan bantuan kepada masyarakat, dalam berbagai momentum. “Kalau terkait mengenai sumbangan kepada masyarakat, itu selalu kami lakukan. Selalu ada sumbangan untuk masyarakat. Dan juga ada biaya sumbangan bulanan,” ungkapnya.

