Senin, Agustus 10, 2026

Duh, Ribuan KPM di Kota Tangerang Terindikasi Pinjol dan Judol

POSRAKYAT.ID – Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Acep Wahyudin mengungkapkan, lebih dari 1600 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menjadi temuan, terkait penyalahgunaan bantuan dari pemerintah.

Di ruang kerjanya, Acep menuturkan, sebanyak 1635 KPM di Kota Tangerang, menjadi temuan pada Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial New Generation (SIKS-NG), yang terindikasi digunakan untuk pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol).

“Itu berjumlah 1.635 jiwa ya. Itu memang data temuan itu, bisa dari judol, pinjol. Maupun penggunaan dana tidak sesuai peruntukannya. Intinya seperti itu,” ujar Acep, Senin 10 Agustus 2026.

Data SIKS-NG milik Kementerian Sosial (Kemensos) yang telah terintegrasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu, lanjutnya, membuat ribuan penerima manfaat pada desil di Kota Tangerang menjadi temuan.

Baca Juga :  Difasilitasi Lurah Ciputat, PMB Unpam 2022 Tangsel Dilantik

“​Kalau terkait penyalahgunaan itu sendiri kan memang dari masyarakatnya sendiri ya. Mungkin dari sisi nomor induk kependudukan (NIK) maupun rekening sudah terintegrasi di sana. Jadi penentuan permasalahan temuan itu adanya di Kemensos yang bekerja sama dengan lembaga lainnya,” tegasnya.

Ia mengimbau seluruh KPM, agar memanfaatkan bantuan sosial sesuai tujuan pemberiannya, yakni untuk memenuhi kebutuhan pokok dan kebutuhan mendesak

Sehingga, tambahnya, tidak menimbulkan persoalan dalam proses pendataan, maupun penyaluran bantuan di kemudian hari.

“Kami mengimbau kepada KPM agar pergunakan bantuan (pemerintah), sesuai peruntukannya. Jangan gunakan (bantuan) untuk hal-hal yang dapat menjadi temuan masalah dalam penentuan desil itu sendiri,” bebernya.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat penerima bantuan, untuk tidak memiliki gaya hidup di luar kemampuannya.

Baca Juga :  Pemkot Tangsel Tuding Sampah Masyarakat Jadi Biang Kerok Banjir di Setu

“​Kalau saya melihatnya mungkin secara umumnya gaya hidup. Gaya hidup kita, yang kita harus menyesuaikan dengan kemampuan kita. Gengsi. Ya gaya hidup mungkin dengan adanya di lingkungan,” tandasnya.

Iklan - Scroll kebawah untuk melanjutkanspot_img
RELATED ARTICLES

Populer