POSRAKYAT.ID – Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Tangerang Selatan (Tangsel) Erlangga Yudha Nugraha menyatakan, guna memaksimalkan persepakbolaan, pihaknya menggelar kursus lisensi pelatih tipe D.
Kursus tersebut, sebagai salah satu syarat saat melatih pemain-pemain sepak bola, khususnya di tingkat kota. “Untuk di tingkat kota, hanya menyelenggarakan lisensi D. Untuk lisensi yang lebih tinggi seperti C, A, hingga Pro, itu menjadi kewenangan PSSI Provinsi,” ucap Erlangga, Senin 27 April 2026.
Erlangga mengungkapkan, saat ini, sedikitnya 30 peserta telah mendaftarkan diri di kursus lisensi tersebut. “Tidak hanya dari Tangerang Selatan saja, tapi juga dari daerah lain. Seperti Subang, bahkan ada yang dari Kalimantan,” terangnya.
Erlangga menyebut, kebutuhan pelatih berlisensi sangat tinggi. Sebab, sambungnya, pelatih berlisensi, sudah menjadi kewajiban dan syarat pelatih sepak bola saat ini.
“Liga, turnamen, hingga SSB, pelatih wajib memiliki lisensi. Memang masih ada beberapa yang belum memenuhi. Tapi ke depan akan kami perketat. Jadi pelatih wajib memiliki lisensi D,” bebernya.
Terpisah, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan, turut mendukung agar seluruh pelatih di wilayahnya memiliki lisensi D.
“Ini (lisensi D), untuk meningkatkan kualitas dunia olahraga kita, khususnya sepak bola. Karena kita kebutuhan akan pelatih itu kan semakin tahun semakin bertambah ya,” jelas Pilar.
Sebagai Ketua Asprov PSSI Provinsi Banten, Pilar mendorong agar seluruh pelatih dapat naik kelas. Hal itu, lanjutnya, agar sepak bola di Tangsel semakin maju.
“Artinya kita membutuhkan pelatih yang ke depannya A-Pro. A-Pro ini enggak begitu banyak karena kursusnya susah. Mahal juga kesempatannya,” ujarnya.
Tapi harus jenjangnya harus dari D dulu. Kalau enggak dimulai dari D, ya gimana mau ke A atau A-Pro, seperti itu,” pungkas Pilar Saga Ichsan.

