POSRAKYAT.ID – Biro Kerja Sama Antar Parlemen dan Organisasi Internasional (KSAP OI) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan ke Bea Cukai Banten, Selasa 7 April 2026.
Kunjungan tersebut, dalam rangka studi tiru pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Bea Cukai Banten.
Kunjungan studi tiru ini langsung mendapat sambutan hangat oleh Kepala Bidang Kepatuhan Internal mewakili Kepala Kantor Wilayah DJBC Banten beserta jajaran. Biro KSAP OI DPR RI, saat ini tengah menjalankan program pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju predikat WBBM.
Kepala Bidang Kepatuhan Internal Dwi Agus Prasodjo menyampaikan, Bea Cukai Banten telah menyandang predikat WBBM sejak 2023, oleh Kementerian PANRB, serta berhasil mempertahankan capaian tersebut hingga tahun 2025.
“Kami siap mendukung dan berbagi pengalaman (sharing knowledge). Sehingga instansi lain dapat mewujudkan unit kerja berpredikat WBK maupun WBBM,” ucap Dwi Agus Prasodjo.
Dalam sesi diskusi, Agus turut menjelaskan proses penilaian lapangan oleh Kementerian PANRB, tahapan, serta berbagai tantangan dalam pembangunan menuju unit kerja berpredikat WBBM.
Selain itu, strategi pembangunan, inovasi pelayanan, serta berbagai perubahan hingga berhasil meraih predikat tersebut, menjadi materi paparan dalam diskusi tersebut.
Sebagai informasi, Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) adalah predikat kepada satuan/unit kerja yang memenuhi sebagian besar kriteria dalam mengimplementasikan enam area perubahan program reformasi birokrasi, serta mampu mencegah terjadinya korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Sedangkan WBBM, adalah predikat kepada unit kerja yang memenuhi sebagian besar kriteria dalam mengimplementasikan enam area perubahan program reformasi birokrasi, serta telah mampu mencegah KKN, dan bisa memberikan pelayanan prima.
Koordinator ZI Biro KSAP OI, Saeful Anwar menyampaikan apresiasi atas kesempatan berbagi pengetahuan yang diberikan oleh Bea Cukai Banten.
“Kami memperoleh banyak masukan yang sangat berharga. Hal ini akan kami formulasikan sebagai langkah strategis untuk mendorong KSAP DPR RI meraih predikat WBBM,” tandas Saeful.

