Senin, Februari 2, 2026

Dikepung Banjir, Adib Miftahul: Wali Kota Serang Jangan Genit di Medsos

POSRAKYAT.ID – Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul menyebut, Wali Kota Serang Budi Rustandi, harus memiliki solusi bagi permasalahan warga saat ini.

Menurutnya, saat Budi Rustandi ‘menawarkan’ diri menjadi Kepala Daerah, ia bersama Nur Agis Aulia harus menjadi problem solver, bukan hanya ‘genit’ di media sosial (Medsos).

“Pertama, menurut saya Wali Kota ini gagap dengan jabatannya. Akhirnya bikin kebijakan-kebijakan itu, memang pencitraan kebijakan. Maksudnya, biar dia terlihat kerja, tapi kenyataannya tidak solutif,” ujar Adib, Rabu 14 Januari 2026.

Budi Rustandi, sambung Adib, tampak masih bingung dengan grand desain terhadap Kota Serang sendiri. “Budi Rustandi keliatannya bingung dengan desain Kota Serang, yang mau dibawa kemana prioritas pembangunannya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ketimpangan Pembangunan Jadi 'PR' di Provinsi Banten

Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, hingga kini belum menentukan arah kebijakan prioritas bagi masyarakatnya. “Seperti banjir, indeks pembangunan manusia, akses kesehatan, akses pendidikan itu akhirnya apa, lambat bergeraknya,” tegas Adib.

Adib sendiri menyinggung, manakala di media sosial, Budi Rustandi ‘menyalahkan’ drainase yang menyempit. “Kalau Wali Kota Serang hari ini cuma nyalahin selokan, mendingan tanya sama tukang taman aja, enggak usah jadi Wali Kota,” bebernya.

Dia kan punya kekuasaan, punya anggaran, harusnya kerjain, kan begitu. Kalau dia cuma nyalahin selokan, mendingan jadi tukang bangunan aja. Wali Kota Serang mirip Ketua RT kalau kerjaannya kayak begitu,” tambah Adib.

Belum lagi, lanjut Adib, Kota Serang sebagai Ibu Kota Provinsi Banten, hingga kini belum juga tampak geliat pembangunan yang maksimal.

Baca Juga :  Soal Pengelolaan Sampah, Adib: Kalau Oligo Wanprestasi, Putus Saja

“Saat ia dan Nu Agis Aulia dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang, mereka harus menjadi pemecah kebuntuan. Kalau sampai sekarang Kota Serang itu, begitu-begitu aja, berarti Wali Kota dan Wakil Wali Kotanya gagap, kagetan jadi Kepala Daerah,” terang Adib.

Anda sudah harus mempunyai solusi untuk berbuat kepada rakyat. Enggak ada lagi istilah magang, istilah gagap. Apalagi cuman genit di media sosial. Mendingan jadi influencer aja kalau begitu,” tandas Adib.

Iklan - Scroll kebawah untuk melanjutkanspot_img
RELATED ARTICLES

Populer